Peraturan Baru Polri! STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Tak Boleh Dipakai Lagi, 'Data Langsung Dihapus'

ebijakan baru, terkait regulasi penghapusan data kendaraan, bila surat tanda nomor kendaraan ( STNK) mati dalam waktu 2 tahun berturut-turut.

Peraturan Baru Polri! STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Tak Boleh Dipakai Lagi, 'Data Langsung Dihapus'
Dok kompas
ilustrasi stnk mati 2 tahun 

Peraturan Baru Polri! STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Tak Boleh Dipakai Lagi, 'Data Langsung Dihapus'

TRIBUNPEKANBARU.COM - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, sedang menyiapkan kebijakan baru, terkait regulasi penghapusan data kendaraan, bila surat tanda nomor kendaraan ( STNK) mati dalam waktu dua tahun berturut-turut.

Korlantas sedang mengkaji kebijakan baru tersebut untuk bisa direalisasikan di tahun ini.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri mengatakan, secara aturan sudah jelas dan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 74 dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Pasal 110.

"Karena banyak kendaraan yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan. Sekaligus mengingatkan pemilik kendaraan untuk melakukan kewajibannya, seperti membayar pajak, sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas, perpanjang STNK, dan pengesahan STNK," ujar Refdi kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kendaraan bermotor yang menunggak pajak lima tahunan (ganti pelat), kemudian dua tahun berikutnya masih belum membayar kewajibannya (total 7 tahun), maka data surat tanda nomor kendaraan ( STNK) akan dihapus.

Artinya, mobil itu bakal berstatus bodong dan ilegal berkendara di jalan untuk selama-lamanya, karena tidak akan ada opsi pemutihan lagi di masa depan.

Peraturan itu akan dimulai tahun ini secara nasional dan berlaku untuk mobil dan sepeda motor.

Baca: Diduga Hendak Bunuh Diri, Pria Ini Berdiri 1 Jam di Atas Tower Tangki Air Jalan Sejahtera Pekanbaru

Baca: 35 Imigran Bangladesh di Dumai Riau akan Dikirim ke Pekanbaru Senin Depan

Baca: Diklaim Barbie Kumalasari, Pemilik Asli Toko Berlian Buka Suara, Jangan Biarin Aja Dia Ngaku-ngaku

Baca: Kronologi Pembunuhan Mutilasi Disertai Pembakaran Mayat di Banyumas, Pelaku Juga Jual Mobil Korban

Misalnya, mobil atau motor yang pajak lima tahunannya habis pada 2019, kemudian tetap abai mengurus pajak pada 2020 dan 2021 (7 tahun berturut-turut), maka data kendaraan itu akan dihapus dan tidak bisa diregistrasi ulang alias menjadi "besi rongsokan".

Kendaraan itu tidak bisa digunakan lagi di jalan raya karena statusnya bodong.

Halaman
12
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved