Sudah Bulan Agustus, Realisasi PAD Kuansing Baru 42 Persen
Hingga bulan Agustus, realiasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuantan Singingi (Kuansing) masih di angka 42 persen.
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Hendra Efivanias
TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Hingga bulan Agustus, realiasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kuantan Singingi (Kuansing) masih di angka 42 persen.
Sektor retribusi menjadi penyumbang paling rendah.
"Realiasi PAD kita masih 42 persen," kata kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kuansing Jafrinaldi, Senin (12/8/2019).
Angka 42 persen tersebut bila dikonversikan ke dalam rupiah, maka yang sudah terkumpul sekitar Rp33 miliar lebih. Tahun ini, PAD Kuansing sendiri ditargetkan Rp87 miliar.
Untuk pajak PPJ non PLN sendiri, Bapenda tahun ini mendapat berkah.
Sebab saat ini, PPJ non PLN yang sudah terkumpul sudah melebihi target. Tahun ini sendiri, Bapenda Kuansing diberi target Rp850 juta dari PPJ non PLN.
Namun, saat ini, realisasi PPJ non PLN sudah mencapai Rp1,3 miliar.
Baca: Butuh Perda RTRW untuk Merealisasikan Pengembangan Pelabuhan Pelindo Tembilahan
Baca: Dikejar Sampai ke Jambi, Polisi Inhil Tangkap Tiga Terduga Pelaku Perampokan Pengusaha Kelapa
Jafrinaldi mengatakan untuk saat ini, sumbangsih dari retribusi yang masih rendah.
Jafrinaldi tidak membantah sektor Dinas Perhubungan rendah menyumbang PAD.
Akhir Juni lalu, Tribun menurunkan berita terkait PAD yang sudah dikumpulkan Dishub Kuansing.
Saat itu, Kadishub Kuansing Asmari mengatakan pihaknya baru mengumpulkan PAD sebesar Rp8 juta.
PAD sebesar Rp8 juta tersebut berasal dari parkir dan terminal.
Pencapaian Dishub Kuansing pada akhir Juni lalu itu sangat jauh dari target.
Sebab target PAD Dishub dari parkir sebesar Rp150 juta di 2019.
Sedangkan target PAD dari teminal sebesar Rp200 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tribun-baru_20161230_092519.jpg)