Siak

Setahun Uang Makan Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Pekerja Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Riau Bereaksi

Puluhan sopir truk dan operator alat berat pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai belum kunjung terima uang makan.

Setahun Uang Makan Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Pekerja Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Riau Bereaksi
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
TRIBUNPEKANBARU.COM - Proyek jalan tol Trans Sumatera Pekanbaru - Dumai, Rabu (30/1) terus digesar pengerjaannya. Saat ini pembangunan tol Pekanbaru yang masuk di seksi 1 sudah teraspal sepanjang 6 kilometer dari total 9,5 meter. Masih ada lebih kurang 3 kilometer yang masih dalam proses pengaspalan. Sedangkan 500 meter lagi masih dalam proses ganti rugi lahan. 

Setahun Uang Makan Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Pekerja Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Riau Bereaksi

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Puluhan sopir truk dan operator alat berat pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai belum kunjung terima uang makan.

Jumlah yang belum diterima secara keseluruhan lumayan banyak, mencapai Rp 180 juta.

"Karena ini sudah setahun tidak ada kejelasan, Senin kemarin kami mendatangi kantor PT Unggul Puspa Negara (UPN) di Pekanbaru," kata Sembiring (49), salah seorang sopir truk, Rabu (14/8/2019).

Baca: Bocoran Menteri Muda di Kabinet Baru Jokowi, Ada yang Usia di Bawah 30 Tahun dan Bukan dari Partai

Baca: Sahabat Bongkar Cerita Tersembunyi Olga Syahputra, Sebelum Koma Datangi Satu Tempat 4 Hari Berturut

Ia menceritakan, saat pihaknya mendatangi kantor PT UPN tersebut, pihaknya diizinkan berjumpa Direktur Utama, Susilo.

Menurut Sembiring sudah ada itikad baik perusahaan untuk membayar uang makan para sopir tersebut.

"Waktu itu kita langsung berjumpa dan mempertanyakan kejelasan hak kita ini ke Pak Susilo. Dia berjanji dalam bulan ini akan membayarkan uang makan itu, kita tunggu janji itu," ujar Sembiring.

Sembiring berharap, pihak perusahan dapat menepati janjinya.

Sebab sudah hampir setahun lamanya uang makan tersebut belum dibayarkan oleh PT UPN, sehingga para sopir dan operator alat berat bereaksi.

"Bagi perusahaan uang senilai itu memang tak berarti. Tapi bagi kami yang sopir ini sangat berarti untuk menyambung hidup kami," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved