Siak
STORY - Syaiful Bahri, Lulusan UIN Suska Riau yang Gemar Bertani Hingga Belajar ke Jepang
Di saat generasi muda dilanda kebiasaan gamers dan gadget, Syaiful Yazan malah memanfaatkan waktunya untuk bertani dan beternak.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Syaiful menceritakan pengalamannya selama berada di negeri Sakura itu. Ia banyak belajar dari petani di sana . Menurutnya petani di Jepang itu memiliki disiplin dan wawasan pertanian serta mekanisasi pertanian yang memudahkan mereka dalam kegiatan bertani. Setiap tahun di Jepang selalu diciptakan prototype untuk pengembangan teknologi pertanian sehingga memudahkan untuk membudidaya dan pengolahan hasil pertanian.
"Sangat berbeda sekali dengan petani di Indonesia. Petani di Indonesia belum membuat rencana kegitan pertanian mereka secara terjadwal. Dari segi wawasan, petani di Indonesia rata rata adalah petani turunan yang keinginan untuk belajar pertanian masih minim," kata dia.
Bersama kawan-kawannya ia akan membenahi kualitas SDM dan mengubah pola pikir masyarakat. Masyarakat selaku petani menjadi konsumen sendiri dan bukan menjadi produsen sayuran.
"Pelan-pelan kami ingin mengubah hal tersebut," kata dia.
Kendala Pertanian di Kecamatan Sabak Auh, khususnya di kampung Sungai Tengah, apabila terjadi kemarau panjang mengakibatkan gagal panen. Selama ini para petani berinisiatif sendiri mengairi sawah dan tanamannya pada malam hari.
"Kami berharap adanya proyek irigasi yang bias mengairi sawah yang mengandalkan tadah hujan," kata dia.
Selain itu, ia berharap adanya regulasi mengenai mudahnya permodalan bagi petani yang ingin menggarap lahan pertanian. Menurut dia, Program KUR (Kredit Usaha Rakyat) itu hadir belum untuk petani.
Baca: Istri di Riau Suruh Orang Lain Aniaya Suaminya, Korban Tewas Setelah Dibawa ke Puskesmas Siak
Baca: Gagalkan Peredaran 30 Kilogram Sabu, Petugas BNNP Riau Buntuti Pelaku Sejak dari Kos-Kosan
Pada 2018 lalu pihaknya menerima bantuan dari dinas terkait berupa alat mesin pertanian untuk mengolah lahan. Kemudian pinjam pakai lahan milik Pemda seluas 2 hektar di kampung Sungai Tengah, Sabak Auh.
"Kalau bisa pemerintah perhatian dong ke para petani muda. Berikan modal, berikan pembinaan, supaya banyak petani muda yang tercipta di kabupaten Siak ini," kata dia. (tribunsiak.com/mayonal putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/syaiful_bahri_lulusan_uin_suska_riau_yang_gemar_bertani_hingga_belajar_ke_jepang.jpg)