Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla

Ini Daftar Nama Perusahaan Malaysia dan Singapura yang Diduga Terlibat Karhutla di Indonesia

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia menyebut ada sejumlah perusahaan yang berafiliasi dengan asing

Editor: Muhammad Ridho

Ini Nama Perusahaan Malaysia dan Singapura yang Diduga Terlibat Karhutla di Indonesia

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia menyebut ada sejumlah perusahaan yang berafiliasi dengan asing, yang konsesinya terdampak kebakaran.

Disampaikan Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani, kepada The Straits Times, ada 14 perusahaan yang berafiliasi dengan asing, termasuk Malaysia dan Singapura.

Rasio mengatakan, pihak berwenang akan melakukan tes tanah untuk mengidentifikasi perusahaan perkebunan yang diduga menggunakan teknik tebang-dan-bakar untuk membersihkan lahannya.

Sebagai permulaan, tes akan dilakukan terhadap konsesi yang telah ditutup oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan antara bulan lalu hingga bulan ini.

Konsesi, atau izin penebangan hutan tersebut, menurut Rasio merupakan milik 51 perusahaan, termasuk 14 di antaranya yang berafiliasi dengan asing.

"Tanaman mereka mungkin ada di lahan yang telah mereka bersihkan dengan cara dibakar, katakanlah satu atau lima tahun lalu. Jejak itu masih ada di sana," kata Rasio, dikutip The Straits Times.

"Kami telah berbicara dengan penasihat hukum dan para ahli tentang rencana kami untuk melakukan hal ini," lanjutnya.

Kepada The Straits Times, Rasio mengatakan bahwa beberapa nama perusahaan berafiliasi asing yang termasuk dalam daftar pemilik konsesi tersebut.

Baca: Tidur Satu Hotel, Foto Hot Dinar Candy Disebar Bule AS, Aku Nggak Tahu, Dinar Tidur, Dia Ambil Foto

Baca: Resmi, 1.674 LOWONGAN KERJA Tersedia pada Pekanbaru Job Fair 2019 di Susiana Tabrani Convention Hall

Pemerintah sebelumnya telah menunjuk satu perusahaan yang berafiliasi Singapura, yakni Hutan Ketapang Industri, yang berbasis di provinsi Kalimantan Barat.

Sementara itu, ada empat perusahaan yang berafiliasi dengan kelompok perusahaan Malaysia, dengan konsesi di provinsi Kalimantan Barat dan Riau.

Tiga di antaranya, yakni Sime Indo Agro, yang merupakan unit dari Sime Darby Plantation; Sukses Karya Sawit, yang adalah unit dari IOI Corporation; serta Rafi Kamajaya Abadi, yang merupakan unit dari perusahaan TDM.

Sementara itu hanya satu perusahaan yang beroperasi di Riau, yakni Adei Plantation and Industry, yang merupakan unit dari Kuala Lumpur Kepong Group.

Pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan The Straits Times menunjukkan ada dua perusahaan lain yang juga berafiliasi dengan Malaysia, yaitu Sawit Mitra Abadi, unit dari Genting Plantations; dan Tabung Haji Indo Plantation, yang adalah unit perusahaan Malaysia, Tabung Haji.

Baca: 35 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal karena Kabut Asap di Riau, Arif Pun Gagal Honeymoon

Baca: Kami Butuh Oksigen Bukan Masker, Jeritan Warga Pelalawan Riau yang Terdampak Kabut Asap

"Perusahaan-perusahaan ini memilih menghemat biaya, menghindari menyewa buldoser," kata Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Yudi Anantasena

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved