Silsila

Sinopsis Silsila Episode 59 Hari Kamis (10/10): Kunal Begitu Sinis Menyindir Ishaan (VIDEO)

Berikut Sinopsis SILSILA ANTV Episode 59 tayang Hari Kamis (10/10): Kunal agresif terhadap Mauli. Mauli mencoba menjelaskan.

Yammini mengatakan pada mereka tentang harapannya untuk tetap bersama. Pari mengatakan itu akan menyenangkan, Radhika akan membuat pratha, nenek akan memberikan cokelat, Mauli akan membantu dalam pekerjaan rumah dan Kunal akan membawa kita keluar tapi apakah itu mungkin.

Yammini mengatakan semuanya mungkin untuk malaikat kecilku. Yammini, Mishti dan Pari saling menikmati dan menghabiskan waktu bersama.

Di mobil Kunal secara tidak langsung kembali menyindir Mauli dan membawanya ke kafe yang sama di mana Ishaan sedang menunggu Mauli.

Ishaan senang melihat Mauli, tapi dia sedih melihat Kunal. Kunal sinis menyindir Ishaan menyatakan kau ditemukan di setiap tempat di mana istriku Mauli berada. Ishaan berkata aku sedang menunggu seseorang, dan mereka berdua bergabung dengan meja Ishaan juga. Kunal menawarkan sampanye ke Ishaan.

Kunal bertanya tentang pertemuan kekasih Ishaan dan memintanya untuk melupakannya dan menemukan yang baru. Ishaan mengatakan dia mungkin sibuk dan Ishaan pergi. Mauli mengatakan kepada Kunal bahwa dia melukai perasaan Ishaan, da kemudian Kunal pun marah.

Yammini dan Pramilla pulang. Radhika bertanya kepada Yammini mengapa dia tidak membawanya ketika pergi untuk bertemu Mishti, Mishti menelponnya ketika dia pergi, Mishti adalah anak di bawah umur dan tidak dapat memahami hubungan dinamis ini, dia tidak bisa mengerti ayah Pari akan menjadi Popsy barunya dan Pari juga berharap bahwa Mauli sekarang akan menjadi ibunya.

Yammini menjawab bahwa dia bersikap egois hanya untuk melihat keluarganya, cucu-cucunya dan cicit-cicitnya bersama di depan matanya.

Radhika mempertanyakan di mana ibu mertuanya yang tidak mengakui Kunal beberapa tahun yang lalu, hanya untuk Mauli. Yammini mengatakan dia hanya percaya bahwa Kunal menuai apa yang dia tabur, dan hari ini Kunal dan Mauli berdiri di ambang persatuan lagi. Radhika meminta Yammini untuk memikirkan Ishaan dan Mauli juga.

Yammini mengatakan hati Mauli tertutup dengan selimut salju tipis dan akan tercerahkan pada awal kesadaran. Radhika bersikeras bahwa Mauli telah melakukan cukup banyak untuk mereka semua, dia hanya ingin Mauli hidup bahagia sekarang.

Di rumah, Ishaan duduk menangis sambil memikirkan Mauli dan Kunal bersama anak-anak. Dia mendapat telepon dari Mauli. Mauli merasa tertekan dan berdoa agar semuanya diselesaikan segera. Ishaan mengatakan kepada Mauli bahwa waktu adalah penyembuh terbesar, dia bisa menanggung segalanya dalam hidup tetapi tidak pernah bisa melihatnya sedih.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Ridho
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved