Beringas, Walikota Wanita Ini Diseret di Jalanan, Rambutnya Dipangkas Paksa dan Disiram Cat

Beringas, Walikot Wanita Ini Diseret di Jalanan, Rambutnya Dipangkas Paksa dan Disiram Cat

Beringas, Walikota Wanita Ini Diseret di Jalanan, Rambutnya Dipangkas Paksa dan Disiram Cat
Tangkap layar EPA via BBC (intisarionline)
Beringas, Walikot Wanita Ini Diseret di Jalanan, Rambutnya Dipangkas Paksa dan Disiram Cat 

Aksi ini adalah bagian dari demonstrasi yang sedang berlangsung setelah pemilihan presiden pada 20 Oktober.

Rumor menyebar bahwa dua pengunjuk rasa oposisi tewas di sana dalam bentrokan dengan pendukung presiden yang berkuasa, Evo Morales.

Hal ini kemudian mendorong kelompok yang marah untuk berbaris ke balai kota.

Para pengunjuk rasa menuduh Walikota Arce telah membujuk para pendukung presiden untuk mencoba dan menghancurkan blokade yang mereka buat.

Mereka juga menyalahkan Arce atas kematian yang dilaporkan, salah satunya (laporan) kemudian dikonfirmasi.

Di tengah teriakan "pembunuh, pembunuh" pria bertopeng menyeret Arce melalui jalan tanpa alas kaki menuju jembatan.

Di sana, mereka membuat Arce berlutut, memotong rambutnya dan menyiramnya dengan cat merah. Mereka juga memaksanya untuk menandatangani surat pengunduran diri.

Setelah insiden itu, Arce akhirnya diserahkan kepada polisi yang kemudian membawanya ke pusat kesehatan setempat.

Korban terbunuh dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Presiden Morales diidentifikasi sebagai siswa berusia 20 tahun, Limbert Guzmán Vasquez.

Dokter mengatakan tengkorak Guzmán Vasquez retak yang mungkin disebabkan oleh alat peledak.

Dia adalah orang ketiga yang terbunuh sejak bentrokan antara kedua belah pihak meletus pada 20 Oktober.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved