Berita Riau
Siswa SMP di Riau Dibully dan Dianiaya di Kelas, 3 Hari Dirawat di Rumah Sakit dan Jalani Operasi
Seorang siswa SMP di Riau berinisial MFA diduga dibully dan dianiaya di kelas oleh teman satu kelas dengannya, sehingga 3 hari dirawat di rumah sakit
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal hanya menyayangkan dugaan perundungan tersebut.
Mereka belum memastikan sanksi tegas bagi oknum pelaku perundungan.
"Kita dari dinas pendidikan menyayangkan akan hal tersebut," ujarnya kepada Tribun, Jum'at (8/11/2019).
Menurutnya, para guru di sekolah tidak pernah mengjarkan kekerasan kepada sesama siswa.
Mereka juga tidak pernah mengajarkan kekerasan antara guru dengan siswa maupun siswa dengan guru.
Jamal menilai perlu pendidikan karakter dan program sekolah yang ramah anak.
Ia menyebut harus ada program sekolah sahabat keluarga.
"Seluruh program ini untuk membentuk prilaku siswa yang baik. Nantinya terjadi komunikasi yang harmonis antara siswa dengan sekolah dan orangtua," ujarnya.
Jamal menyebut bahwa kerjasama dengan instansi lain.
Ia bakal meningkatkan untuk memberi pembelajaran prilaku yang baik.
Kemudian materi antri kekerasan dan hoaks.
"Kami siap kerjasama dengan kepolisian, komisi perlindungan anak serta dinas pemberdayaan dan perlindungan anak," jelasnya.
Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) diduga menjadi korban bullying atau perundungan di Pekanbaru, Riau.
Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>
• 1.332 Pengendara Terjaring Operasi Zebra 2019 di Pelalawan, 18.725 Pengendara di Riau Ditilang
• Bawaslu Bengkalis Ingatkan Partai Politik Jangan Bermain Uang dalam Penjaringan Balon Kepala Daerah
• Rekrutmen 36 Panwascam untuk Pilkada Riau 2020, Ini Penjelasan Bawaslu Pelalawan tentang Tahapannya
Kasus bullying siswa SMP itu diposting akun Facebook Rani Chambas, Kamis (7/11/2019) jam 10.31 WIB.