Fadli Zon Kritik Jokowi Boros Soal Stafsus, Tapi Diam Ketika Prabowo Punya 33 Pengawal Pribadi

Menurut Fadli, penunjukkan para stafsus baru itu tidak sejalan dengan rencana pemerintah untuk melakukan efisiensi..

Fadli Zon Kritik Jokowi Boros Soal Stafsus, Tapi Diam Ketika Prabowo Punya 33 Pengawal Pribadi
(Christina Kusoy via Tribunmanado)
Puluhan Ajudan Pribadi PRABOWO SUBIANTO 

Fadli Zon Kritik Jokowi Boros Soal Stafsus, Tapi Diam Ketika Prabowo Punya 33 Pengawal Pribadi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli  Zon mengkritik staf khusus baru Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Menurut Fadli, penunjukkan para stafsus baru itu tidak sejalan dengan rencana pemerintah untuk melakukan efisiensi.

"Ini menurut saya enggak sejalan dengan pandangan Presiden yang mau efisiensi. Efisiensi kelembagaan tapi nambah terus institusi-institusi yang sebenarnya tidak perlu," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Fadli menambahkan, sebenarnya kepala negara sudah dibantu banyak lembaga dalam kerjanya sehari-hari. Mulai dari Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet hingga Kantor Staf Kepresidenan.

Namun, lembaga-lembaga tersebut rupanya tidak mampu berjalan dengan cukup baik.

Alih-alih melakukan efisiensi, kata Fadli, Presiden Jokowi justru menduplikasi lembaga tersebut dengan stafsus baru. Padahal, biaya untuk gaji staf khusus Jokowi tidaklah sedikit.

Presiden Joko Widodo memperkenalkan 7 orang yang menjadi staf khususnya. Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/11/2019).
Presiden Joko Widodo memperkenalkan 7 orang yang menjadi staf khususnya. Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/11/2019). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

MP3 Album Andmesh (VIDEO), Download Hanya Rindu dan Lagu Cinta Luar Biasa, Ada Lirik

GANAS, Senior Tendang Junior saat Latihan Silat Hingga Kejang-Kejang, Tak Sadarkan Diri Hingga Tewas

Info CPNS 2019, Pendaftaran 24 Instasi Ini Masih Dibuka hingga Desember, Cek di Sini

"Jadi perangkat dari kepresidenan ini banyak sekali, biayanya juga sangat besar," ujar Fadli.

Apalagi, sebelum penunjukkan stafsus baru, Presiden juga telah menunjuk sejumlah wakil menteri.

Menurut Fadli, kebijakan ini menunjukkan bahwa yang dilakukan Jokowi bukan efisiensi, melainkan pemborosan.

"Kalau semuanya mau dijadikan wakil menteri, menurut saya bukan efisiensi, namanya pemborosan. Pemborosan itu pasti tidak efektif, termasuk dalam pengambilan keputusan tidak efektif," kata Fadli.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved