Berita Riau

Temukan Banyak Pangkalan Tak Cantumkan HET, Kadiskopindag Kuansing Riau Sidak Ketersediaan Gas 3 Kg

Hasil sidak, pihaknya menemukan beberapa pangkalan belum mencantumkan Harga Enceran Tertingi (HET) di depan pangkalannya.

Temukan Banyak Pangkalan Tak Cantumkan HET, Kadiskopindag Kuansing Riau Sidak Ketersediaan Gas 3 Kg
istimewa
Kadiskopindag Kuansing Riau Drs Azhar MM, CPM saat sidak di pangkalan LPG 3 Kg yang ada di Kecamatan Kuantan Mudik, Selasa (26/11/2019).

TRIBUNPELALAWAN.COM, TELUK KUANTAN - Merespon keluhanan masyarakat beberapa waktu lalu ada kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kecamatan Kuantan Mudik, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskopindag) Kuansing melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Hasilnya, dipastikan elpiji 3 kg tersedia bagi masyarakat di kecamatan itu.

Sidak dilakukan Selasa (26/11) dipimpin Kepala Diskopindag Drs Azhar MM, CPM didampingi Plt Kepala UPTD Metrologi Syafrialis serta pejabat lainnya. Sejumlah pangkalan elpiji pun jadi sasaran sidak.

"Dari hasil sidak yang kita lakukan disekitar Kecamatan Kuantan Mudik, gas elpiji ukuran 3 kg tersedia. Jadi masyatakat tidak perlu lagi khawatir akan kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan gas. Dibeberap pangkalan gas ini dengan mudah dapat ditemukan," kata Kadiskopindag Kuansing Azhar, Rabu (27/11/2019).

Diakuinya, beberapa hari lalu memang terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg di kecamatan ini. Penyebabnya, adanya kendala dalam pengiriman sehingga sempat gas elpiji langka.

"Alhamdulillah, masalah ini sudah bisa kita atasi," ucapnya.

Dalam sidak ini, pangkalan gas elpiji yang pertama didatangi yakni atas nama Iskandar yang terletak di Desa Seberang Pantai. Dipangkalan ini ditemukan masih tersedianya stok gas elpiji 3 kg yang lebih dikenal dengan gas melon yang berjumlah 40 tabung.

Setelah itu, berlanjut ke atas nama Khairul Amri yang berjarak lebih kurang 500 meter dari pangkalan sebelumnya. Di pangkalan ini, hanya gas elpiji 5,5 kg dan tabung 12 kg yang masih tersedia. Sedangkan 3 kg, sudah habis.

Sidak berlanjut ke pangkalan atas nama Muhammad Said yang terletak di Banjar Padang. Dipangkalan ini ditemukan mobil yang sedang membongkar gas 3 kg dengan jumlah stok 500 tabung.

Terakhir sidak dilakukan ke pangkalan atas nama Hepriandi yang terletak di Desa Sungai Manau, di pangkalan ini juga ditemukan stok 3 kg sebanyak 280 tabung.

Hasil sidak, pihaknya menemukan beberapa pangkalan belum mencantumkan Harga Enceran Tertingi (HET) di depan pangkalannya.

Termasuk tidak adanya spanduk tentang SE Bupati Nomor 510 tahun 2019 yang mengatur tentang konsumen pengguna tabung 3 kg.

Padahal ini wajib untuk setiap pangkalan sesuai dengan hasil rapat yang dilakukan beberapa waktu yang lalu dengan seluruh agen dan seluruh pangkalan.

"Kita mengimbau kepada masyarakat apabila terjadi kesulitan dalam mendapatkan elpiji terutama tabung 3 kg agar secepatnya memberikan informasi kepada kita sehingga bisa cepat diatasi," ujar Azhar. (Tribunpekanbaru.com/dian maja palti siahaan)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved