Breaking News:

Narkoba di Riau

KASUS Narkoba di Riau Jadi Sorotan FKPMR, Juga Sorot Pekat dan Karhutla di Riau serta Isu SARA

Kasus Narkotika dan Obat-obatan atau Narkoba di Riau jadi sorotan FKPMR, FKPMR juga sorot penyakit masyarakat atau pekat dan Karhutla di Riau serta

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
KASUS Narkoba di Riau Jadi Sorotan FKPMR, Juga Sorot Pekat dan Karhutla di Riau serta Is SARA 

KASUS Narkoba di Riau Jadi Sorotan FKPMR, Juga Sorot Pekat dan Karhutla di Riau serta Isu SARA

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus Narkotika dan Obat-obatan atau Narkoba di Riau jadi sorotan FKPMR, FKPMR juga sorot penyakit masyarakat atau pekat dan Karhutla di Riau serta isu SARA.

Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), menyoroti sembilan persoalan serius yang akan dihadapi Riau tahun 2020 mendatang.   

Persoalan ini menurut pemuka masyarakat di Riau mesti diperhatikan dan ada solusi.

Hal ini disampaikan ketua FKPMR Chaidir saat pertemuan akhir tahun pula masyarakat di Pekanbaru Senin (30/12/2019), menurutnya FKPMR juga membuat rekomendasi kepada pihak terkait dalam penanganan persoalan ini.

"Ada sembilan persoalan yang kami soroti dari pemuka masyarakat Riau, hendaknya ini menjadi perhatian kedepannya," ujar Chaidir.

Diantara yang disoroti tersebut persoalan bencana kabut asap dan lingkungan hidup.

Menurut Chaidir, bencana kabut asap di Riau tahun 2019 tergolong parah, sebagian masyarakat terpaksa mengungsi ke rumah-rumah evakuasi yang disediakan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan..

Ribuan penduduk terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pendidikan lumpuh dan sejumlah penerbangan batal.

Akar masalah bencana kabut asap lanjut Chaidir, menggilanya perambahan, penggundulan hutan akibat keserakahan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan HTI, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Patut diwaspadai, seperti dirilis berbagai media, memprediksi Provinsi Riau akan mengalami kemarau Panjang hingga tujuh bulan lamanya pada 2020. Berdasarkan catatan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) musim kemarau Panjang itu diperkirakan mulai Februari 2020," jelas Chaidir.

Maka untuk itu, FKPMR meminta pemprov Riau perlu segera mengambil langkah pengaturan dan penertiban agar karlahut tak terulang lagi.

Mendorong Pemprov Riau segera mengantisipasi kemungkinan terburuk dari dampak kemarau panjang pada tahun 2020 di Riau.

"Penjarahan hutan dan lahan perlu ditindak tegas tanpa pandang bulu. Pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka segera diproses hukum
untuk menimbulkan efek jera. Korporasi yang tersangkut supaya dikenakan sanksi," jelas Chaidir.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved