Soal Tim Teknologi Modifikasi Cuaca, Lanud Belum Terima Telegram

Sesuai arahan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu, tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan segera dikirim ke Pekanbaru

Soal Tim Teknologi Modifikasi Cuaca, Lanud Belum Terima Telegram
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petugas sedang memasukkan garam kedalam konsul garam untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Pangakalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (24/9/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

Soal Tim Teknologi Modifikasi Cuaca, Lanud Belum Terima Telegram

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sesuai arahan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu, tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan segera dikirim ke Pekanbaru, Riau untuk melakukan skema hujan buatan.

Hal tersebut diungkapkan Hadi saat mengunjungi Pekanbaru bersama Kapolri Jenderal Idham Azis, guna menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama jajaran Forkopimda Riau, terkait penanganan Karhutla, Rabu (12/2/2020) kemarin.

Hadi mengungkapkan, dirinya sudah melapor kepada Presiden Joko Widodo.

Untuk segera dikirim tim TMC guna menerapkan skema hujan buatan di Provinsi Riau.

"Insya Allah minggu depan, tim sudah datang ke Riau untuk membikin hujan buatan. Untuk mengisi embung yang sudah kosong. Bahkan kalau kita sempat menormalisasi embung dan kanal, tentu ke depan akan mudah untuk membasahi gambut," ucap Hadi kala itu di Balai Serindit, Gedung Daerah Riau.

Bayi Perempuan Ditemukan Dekat Etalase Dagangan Warga di Jalan Hidayah Sari Pekanbaru

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, melalui Kadisops Kolonel Jajang Setiawan, saat dikonfirmasi, membenarkan perihal adanya rencana kedatangan tim TMC itu.

Hanya saja diungkapkan Jajang, terkait rencana itu, pihaknya belum menerima telegram lebih lanjut.

Download Lagu Noah Full Album, Lengkap dengan Lirik Lagu dan Chord Gitar Serta Video Noah

"Kita belum ada terima surat telegramnya, kemungkinan demikian (minggu depan)," ucap Jajang, Sabtu (15/2/2020).

Untuk itu disebutkan Jajang, pihaknya juga belum mengetahui secara pasti, unit pesawat dan jenis peralatan lainnya yang akan dikirim ke Pekanbaru.

"Belum, kita masih menunggu perintah," tutupnya.

Untuk diketahui, langkah persiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, memang sangat perlu dilakukan.

Mengingat prediksi cuaca yang dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau pada tahun 2020 ini, terjadi cukup panjang.

Diperkirakan dimulai pada akhir bulan Februari atau pertengahan bulan Maret, musim sampai pertengahan Oktober 2020.

Pemerintah Provinsi Riau bahkan sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla, beberapa hari lalu. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved