Breaking News:

Berita Riau

BBKSDA Riau Temukan Jerat Dekat Jejak Harimau Sumatera, Pasang 2 Kamera Trap Pantau Panthera Tigris

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau temukan jerat dekat jejak Harimau Sumatera dan pasang 2 kamera trap pantau Panthera Tigris

Penulis: johanes | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Istimewa/BBKSDA Riau
BBKSDA Riau Temukan Jerat Dekat Jejak Harimau Sumatera, Pasang 2 Kamera Trap Pantau Panthera Tigris 

BBKSDA Riau Temukan Jerat Dekat Jejak Harimau Sumatera, Pasang 2 Kamera Trap Pantau Panthera Tigris

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau temukan jerat dekat jejak Harimau Sumatera dan pasang 2 kamera trap pantau Panthera Tigris.

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus menelusuri keberadaan Harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumaterae di Desa Tolam Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau dua pekan terakhir.

Tim dari Seksi Wilayah l BKSDA Riau memang dua unit kamera trap di lokasi yang diyakini sebagai perlintasan harimau sumatera.

Kamera pengintai itu berguna untuk melihat kondisi invidu harimau itu serta mengumpulkan data bentuk fisik serta ukurannya.

"Rencananya kita mau masang empat kamera. Tapi dua lagi masih dipakai di tempat lain. Jadi hanya dua yang terpasang," beber Kepala Bidang Seksi Wilayah l KSDA Riau, Andri Hansen Siregar kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (20/2/2020).

Hansen menyebutkan, tim kembali menemukan satu lagi jerat yang dipasang masyarakat yang lokasinya tak jauh dari temuan jejak Sang Datuk.

Total sudah tiga jerat yang didapatkan tim selama menyisir areal perkebunan, dimana binatang buas itu muncul. Ketiga jerat menggunakan tali dan besi kecil itu disita petugas.

Tim bersama aparat desa memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada penduduk desa agar tidak memasang jerat, meskipun tujuanya untuk menangkap babi hutan.

Pasalnya sewaktu-waktu jerat itu bisa melukai harimau tersebut yang berakibat fatal.

Kemudian imbauan untuk menjauhi areal hutan dan tak beraktivitas hingga malam hari di hutan selalu disampaikan, untuk menghindari konflik manusia dengan satwa yang dilindungi.

"Hari ini tim kita keluar dari lokasi dan pulang. Minggu depan akan kembali untuk mengecek kamera trap," tambah Hansen.

Kepala Desa Tolam, Rupardi menyebutkan, pihaknya mendampingi tim BKSDA selama di lokasi.

Sembari melakukan razia jerat yang dipasang petani di kebun sawit maupun di areal hutan.

Ia membenarkan ada satu jerat yang kembali disita petugas dari lokasi perlintasan Si Belang.

"Kemarin juga ditemukan jejak baru dekat lokasi sapi mati kemarin. Masyarakat sudah diberikan peringatan dan imbauan," tandas Rupardi.

Seperti diketahui, seekor harimau sumatera dikabarkan berkeliaran di areal hutan dan perkebunan kelapa sawit warga di Desa Tolam Kecamatan Pelalawan.

Setelah ditemukan jejak Si Raja Hutan, beberapa hari kemudian ditemukan ternak sapi masyarakat mati akibat luka cakaran dan gigitan hingga tim BKSDA turun ke lokasi.

Harimau Sumatera - Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved