Naik Odong-odong, Bocah 6 Tahun Tewas Tertimpa Truk yang Kecelakaan Laga Kambing, Sang Kakak Selamat

Tiba-tiba dari arah berlawanan melaju truk yang oleng dan menabrak odong-odong yang ditumpangi Risky dan kakaknya.

Tribun Medan / Dedi Kurniawa
Laka Lantas Dua Truk Tabrakan Lalu Timpa Transportasi Odong-odong 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dua orang kakak-adik menjadi korban kecelakaan lalu lantas yang melibatkan dua mobil truk dan odong-odong di Pasar II Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara, Sabtu (22/2/2020) malam.

Risky Ardiansyah bocah berusia 6 tahun tewas tertimpa truk saat odong-odong yang dinaikinya mengalami kecelakaan.

Sementara Nadia (9), kakak Risky selamat dengan luka di kepala.

Leo, paman korban bercerita kecelakaan tersebut berawal saat Risky dan kakaknya, Nadia menumpang odong-odong dari arah Binjai menuju Stabat.

Tiba-tiba dari arah berlawanan melaju truk yang oleng dan menabrak odong-odong yang ditumpangi Risky dan kakaknya.

Diduga truk yang menabrak odong-odong itu alami pecah ban.

"Kakaknya Nadia selamat, luka di bagian kepala. Adiknya meninggal dunia enggak bisa selamat karena tertimpa truk odong-odongnya. Kakaknya sempat melompat untuk menolong adiknya," kata Leo dilansir dari Tribun Medan.

Menurut Leo, ayah Risky sedang merantau di luar kota.

Sementara sang ibu yang ada di rumah terguncang mendengar kematian anaknya.

"Mamaknya belum bisa datang, masih syok sekali di rumah. Ayah mereka merantau. Mamaknya kerja di kilang padi di Binjai," ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh Tribun Medan, jasad Risky hancur karena tertimpa kendaraan berat.

Sementara itu Aini, warga setempat mengatakan saat kecelakaan terjadi, ada belasan penumpang yang sedang naik odong-dong.

Namun ia tidak tahu pasti berapa orang yang meninggal.

"Itu mobil truk dari arah Stabat oleng pecah ban tiba-tiba, trus menabrak truk plat BG. Di situ lah odong-odong kena timpa. Sebagian besar sempat melompat," kata Aini Kasat Lantas, AKP Ali Umar yang berada di RS Djoelham enggan berkomentar banyak ketika diwawancarai.

"Nanti sajalah, belum dapat semua datanya, saya pun belum bisa lapor ke pimpinan. Jumlahnya penumpang odong-odong saya pun belum tahu data pastinya," kata AKP Ali Umar. (*) 

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved