Kasus Begal di Riau

IBU MUDA di Riau Dibegal dan Diikat di Kebun Kelapa Sawit, Awalnya Pelaku Tuduh Korban Bawa Narkoba

Seorang ibu muda yang berprofesi sebagai guru di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Riau menjadi korban begal atau pencurian

Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
IBU MUDA di Riau Dibegal dan Diikat di Kebun Kelapa Sawit, Awalnya Pelaku Tuduh Korban Bawa Narkoba 

Kemudian pernah memfoto susunan uang kertas pecahan Rp100 ribu yang jumlahnya banyak dan disebutkan sebagai hasil "pekerjaannya".

Selain itu, ia mengaku sudah siap mati jika sewaktu-waktu ada yang pihak-pihak yang mencarinya, termasuk anggota kepolisian.

Bahkan kalau Alex Begal meninggal dunia, ia meminta dimakamkan di dekat kuburan ibunya.

"Seakan-akan tidak ada lagi polisi di Pelalawan ini. Ia selalu posting foto di Facebook dengan wajahnya tampak jelas," tukas Kasat Teddy.

Penangkapan Alex kemudian dikembangkan dan polisi meringkus tersangka Wahyu di daerah Jambi.

Kedua pria ini dicokok atas laporan dari korban yang kehilangan sepeda motor jenis Satria FU dengan nomor polisi BM 2558 AN dan hand phone merek IPhone 6.

Alex dan Wahyu tercatat sebagai warga SP 6 Desa Makmur Pangkalan Kerinci.

Mereka beraksi dengan modus mengancam korbannya yang sedang duduk atau nongkrong.

Kemudian merampas HP pengendara motor yang sedang digunakan.

"Kita sedang memburu satu orang lagi yang merupakan komplotan mereka saat beraksi berinisial W," tutur Hasym.

Dijelaskan Kapolres, dalam aksinya, pelaku tak segan main ancam.

"Mereka main ancam. Gaya-gaya premanlah. Sehingga korbannya takut dan langsung dirampas," kata Kapolres.

Aksi Alex Begal dan Wahyu serta rekannya Willy yang masih buron berawal pada Rabu malam 1 Januari lalu dengan korban atas nama Rani.

Korban bersama temannya Defri Nofayanti sedang menuju rumah kos temannya yang lain dengan melewati jalan Tengku Said Jaafar Pangkalan Kerinci.

Ketika itu Rani sedang menelpon di atas sepeda motor dan tiba-tiba mereka dipepet kedua tersangka yang langsung merampas telepon genggamnya tersebut.

Korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta atas kehilangan HP jenis IPhone 6 serta melaporkan kejadian ke Polsek.

Tak puas dengan hasil kejahatan itu, komplotan ini kembali beraksi pada Kamis 2 Januari sekitar pukul 21.30 WIB dengan korban atas nama Andre Riawan.

Saat itu korban sedang duduk di depan Mesjid Ulul Azmi Pangkalan Kerinci, memarkirkan sepeda motor jenis Suzuki Satria FU BM 2558 BV dengan kunci kontak tetap lengket.

Tiba-tiba tersangka Alex Begal datang dan langsung duduk di atas motor korban.

Alex berdalih ingin meminjam motor untuk berbuat kejahatan.

"Pinjam motornya, aku mau ngompas anak-anak di kantor dinas dulu," kata Alex kepada Andre yang tidak saling mengenal.

Namun Andre menolak dengan alasan motornya sedang rusak dan tak bisa dipakai.

Pelaku ngotot mengambil sepeda motor itu dan mengancam akan memukuli korban jika tidak mau.

Hingga korban pasrah melihat harta bendanya dirampas pria bertato itu.

Sebelum pergi Alex sempat mengungkap identitasnya.  

"Kau tandai muka aku ya, Alex Begal," kata pelaku sambil kabur.

"Kita tetapkan pasal 365 KUHP junto pasal 363 yang ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tandas Kapolres Hasym.

Kasus Begal di Riau - Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung.

Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved