Pasien Positif Corona di Riau

BREAKING NEWS: Pasien Positif Corona di Riau Bertambah 1 Orang, Warga Kampar, Sempat ke Jakarta

Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yopi mengumumkan perkembangan terbaru kasus pasien positif korona di Riau, Minggu (5/4/2020)

Dokumentasi / Istimewa
Tenaga medis yang bertugas merawat pasien yang terjangkit Covid-19 atau Virus Corona. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yopi mengumumkan perkembangan terbaru kasus pasien positif Corona di Riau, Minggu (5/4/2020).

Di Provinsi Riau kembali ditemukan penambahan satu pasien positif corona.

Dengan adanya pemanbahan satu pasien positif corona ini, maka jumlah pasien positif korona di Riau sudah mencapai 11 orang.

"Per hari Minggu 5 April 2020 hari ini di Provinsi Riau terdapat penambahan 1 kasus positif covid-19 sehingga total di Provinsi Riau terdapat 11 kasus positif. 10 dirawat dan 1 sudah dipulangkan," kata dr Indra Yopi, Minggu (5/4/2020).

Berdasarkan keterangan dr Indra Yopi, pasien 11 positif covid-19 di Riau adalah pasien HN (38) yang merupakan warga Kabupaten Kampar dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kabupaten Kampar.

Pasien HN (38) memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni dari Jakarta pada tanggal 14 Maret 2020.

"Dengan penambahan kasus positif ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau langsung melakukan tracing kontak dari pasien HN (38). Dalam melakukan tracing ini kami  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dan Polda Riau," kata dr Indra Yopi.

Update data Covid-19 Nasional, Minggu (5/4/2020)
Update data Covid-19 Nasional, Minggu (5/4/2020) (istimewa / BNPB)

Dengan adanya penambahan kasus ini, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan panik. Lakukan pembatasan fisik (physical distancing).

Meskipun tidak sakit, kata dr Indra Yopi, belum tentu orang yang kita temui itu negatif covid-19 dan tidak menyebarkan virusnya. Maka pilihan yang terbaik adalah tetap di rumah dan hindari keramaian.

"Bila harus keluar, gunakan masker, lebih baik menggunakan masker kain daripada tidak sama sekali," katanya.

Selain itu, dr Indra Yopi juga mengajukan agar masyarakat rutin mencuci tangan, lebih efektif mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dibandingkan hand sanitizer. Kemudian jaga pola hidup sehat, makan buah dan sayuran.

"Berolahraga rutin, konsumsi vitamin yang cukup dan tidak menyebarkan informasi pribadi dari pasien seperti nama, alamat, dan keluarganya. Karena hal tersebut dapat memberikan tekanan psikologis terhadap
pasien karena mereka tidak terbiasa dengan sorotan masyarakat luas, tentunya kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi karena dapat menurunkan daya imunnya," kata Indra Yopi.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono ) 

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved