Breaking News:

Positif Virus Corona di Riau Bertambah

UPDATE DATA Kasus Virus Corona di Inhu, Dumai, Inhil, Siak, Bengkalis, Pelalawan, ODP Inhu Turun

Jumlah itu menurun bila dibandingkan dengan hari sebelumnya, yakni sebanyak 105 orang

Tribun Pekanbaru/Kompas.com/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
UPDATE DATA Kasus Virus Corona di Inhu, Dumai, Inhil, Siak, Bengkalis, Pelalawan, ODP Inhu Turun 

Sebelum meninggal dunia, PDP berusia sekitar 60 tahun asal Tembilahan ini juga telah menjalani Rapid test dengan hasil “reaktif”.

Dalam bahasa medis menurut juru bicara gugus tugas dr Saut Pakpahan, kata “reaktif” kerab diartikan dengan “Positif”.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, sampel PDP pun di kirim ke Jakarta untuk menjalani swab test.

Namun PDP mengehembuskan nafas terakhirnya sebelum hasil swab test diterima oleh pihak RSUD Puri Husada Tembilahan.

Juru Bicara covid-19 Inhil bidang kesehatan, dr Saut Pakpahan mengungkapkan, meskipun hasil pemeriksaan Swab PDP yang meninggal ini belum keluar, namun proses pengebumian tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan covid-19.

“Hasil diagnosa korban meninggal akibat gagal nafas disebabkan infeksi paru (pneumonia),” ungkap dr Saut dikonfirmasi Tribun Pekanbaru, Jum’at (10/4).

Untuk hasil pemeriksaan swab PDP yang meninggal tersebut, menurut dr Saut akan diterima pada awal pekan depan.

“Hasil swabnya mudah – mudahan senin atau selasa keluar,” tuturnya.

Berkurangnya 1 PDP karena meninggal dunia, dikatakan dr Saut, saat ini tidak ada PDP yang ditangani oleh RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Di RSUD PH nol (PDP). Kita (Inhil) punya 1 PDP lagi yang saat ini di rawat di Pekanbaru,” imbuhnya.

Berikut data siaga corona kabupaten Inhil per Jum’at (10/4) pukul 09.00 WIB :

Total tercatat : 3560 orang.

Jumlah ODP : 3554

ODP dalam Pemantauan : 119.

ODP selesai pemantauan : 391.

Orang Tanpa Gejala (OTG) : 3043.

Meninggal : 1.

Jumlah PDP : 6

PDP dalam pemantauan : 1 (dirawat di Pekanbaru).

PDP selesai pemantauan : 4 (sembuh).

Meninggal 1 orang

Total positif : 0.

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil.

UPDATE DATA Kasus Virus Corona di Siak

Jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP Covid-19 di Kabupaten Siak meningkat sebanyak 1.583 orang hingga Jumat (10/4/2020).

Sedangkan total Pasien Dalam Pengawasan atau PDP Virus Corona sebanyak 7 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Siak Raja Tonny Chandra mengatakan ODP Covid-19 tersebut terbagi ke dalam 3 kategori.

ODP Covid-19 dengan tidak ada gejala sebanyak 323 orang, proses pemantauan 894 orang dan selesai pemantauan 359 orang.

"ODP Covid-19 ini bertambah karena banyaknya orang yang pulang kampung, yakni mahasiswa dan santri yang selama ini belajar di pulau Jawa. Mereka tentu terdaftar sebagai ODP Covid-19 yang kita arahkan untuk melakukan isolasi mandiri," kata Tonny.

Sementara PDP Virus Corona sebanyak 7 orang di Siak sudah dinyatakan sembuh sebanyak 3 orang.

Sedangkan 4 orang masih sedang dalam perawatan.

"Empat orang itu berasal dari Kandis, Sungai Apit dan dua orang dari kecamatan Siak. Ke empatnya masih dirawat di RSUD Tengku Rafian Siak," kata dia.

Hingga saat ini, di kabupaten Siak belum terdapat orang yang positif Covid-19.

Tiga orang PDP yang sembuh juga dinyatakan negatif berdasarkan hasil swabnya.

Sedangkan 4 orang PDP yang sedang dirawat masih menunggu hasil swabnya.

Sedangkan sebaran ODP perkecamatan didominasi oleh kecamatan Dayun.

Sedikitnya ada 319 ODP di sana.

Kemudian Kecamatan Tualang sebanyak 242 orang, Lubuk Dalam 157 orang, Sungai Apit 151 orang, Siak 136 orang, Sabak Auh 127 orang, Bungaraya 86 orang, Kerinci Kanan 83 orang, Koto Gasib 81 orang, Mempura 64 orang, Kandis 46 orang, Minas 45 orang, Pusako 23 orang dan Sungai Mandau sebanyak 16 orang.

"Kita juga sudah melaksanakan rapid test untuk 134 orang, dengan hasil keseluruhan negatif," kata dia.

UPDATE DATA Kasus Virus Corona di Bengkalis

Pasien Dalam Pengawasan atau PDP dan Orang Dalam Pemantauan atau ODP Covid-19 di Bengkalis masih terus bertambah.

Data hingga Kamis malam kemarin total ODP Covid-19 di Bengkalis mencapai angka 3.786 orang.

Jumlah ini bertambah sebanyak 96 orang dibandingkan data sebelum sebanyak 3.690 orang.

Hal ini diungkap Kepala Diskominfotik Bengkalis Johansyah Syafri pada Jumat (10/4) pagi.

Dari total ODP saat ini, sebanyak 2.028 orang masih dalam proses pemantauan.

Sedangkan sisanya, sebanyak 1.758 ODP sudah selesai pemantauan.

Penambahan 96 ODP baru ini, kemungkinan besar lebih banyak terjadi disebabkan kontak erat, atau karena berkunjung ke daerah transmisi lokal yang terjangkit.

Menurut Johan, sesuai data dari Dinas Perhubungan, kemarin Kamis hanya ada 24 orang penumpang luar negeri yang tiba di Bandar Sri Laksamana Bengkalis.

“Kalau tidak ada tambahan penumpang luar negeri yang tiba di Bengkalis melalui pintu masuk lainnya, maka 72 ODP baru itu tentu disebabkan karena adanya kontak langsung ODP dengan PDP yang meninggal kemarin atau karena ODP ini berkunjung ke daerah lain di Indonesia yang terjangkit,” terang Johan yang juga koordinator Bidang Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Selain jumlah ODP yang bertambah, Pasien dalam Pengawasan (PDP) Bengkalis juga mengalami penambahan.

Hingga jumat pagi PDP Bengkalis bertambah dua orang.

Penambahan PDP ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Ersan Saputra kepada awak media.

Secara ringkas Ersan menjelaskan dua PDP baru tersebut diantara Seorang Laki Laki berinisial N (74)dan Seorang PerempuanL (54 ).

“Berdasarkan riwayat perjalanan, khususnya dalam 14 hari terakhir sebelum dirawat, baik N maupun L tidak pernah perjalanan ke negara atau daerah terjangkit. Hingga saat ini keduanya belum diambil sampel untuk pemeriksaan Swab,” ujarnya.

Dirawatnya N dan L, maka hingga saat ini ada 7 PDP yang dirawat di RSUD Bengkalis.

Diantaranya 4 laki laki, dan 3 perempuan.

ODP dan PDP Covid-19 Terus Naik di Pelalawan

Jumlah warga terindikasi Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Pelalawan Riau terus bertambah hingga Jumat (10/4/2020).

Berdasarkan data yang dimiliki tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Pelalawan, penambahan terjadi pada warga yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

ODP yang sebelumnya mencapai 759 orang meningkat menjadi 801, sebanyak 158 diantaranya sudah selesai pemantauan dan 643 masih dipantau terus.

"ODP meningkat terus diakibatkan oleh perantau yang pulang ke Pelalawan. Mereka dari daerah dan negara bertransmisi atau zona merah," tutur juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (10/4/2020).

Dikatakannya, perantau yang pulang kampung itu didominasi mahasiswa kuliah di luar daerah yang diliburkan di kampus.

Kemudian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri, kemudian pekerja yang tempat kerjanya ditutupi akibat virus corona.

ODP ini terus didata oleh RT, RT, desa maupun kelurahan, hingga tingkat kecamatan.

Mereka diperintahkan untuk karantina mandiri selama 14 hari di dalam rumah.

Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan pemantauan selama masa isolasi.

Pihaknya meminta ODP aktif berkomunikasi dengan perangkat setempat maupun tenaga medis yang memantau.

Sedangkan pasien PDP sehari sebelumnya 16 orang, bertambah dua orang menjadi 18.

Adapun lima diantaranya dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumah serta hasil pemeriksaan swapnya dinyatakan negatif corona.

Sedangkan 13 lagi masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, enam diantaran di Kota Pekanbaru dan tujuh lagi di Rumah Sakit (RS) di Pangkalan Kerinci.

Dua PDP yang bertambah yakni seorang warga dari Pangkalan Kerinci, memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yakni Jepang.

Meski hasil rapid testnya negatif corona, namun tetap menjalani isolasi di RS Awal Bross Pekanbaru.

Sedangkan satu lagi yakni Bayi dibawah Lima Tahun (Balita) asal Kecamatan Langgam.

"Usianya masih 1 tahun 3 bulan dan mengalami pneumoni berat. Sekarang dirawat di RS Amelia Pangkalan Kerinci. Riwayat orangtuanya dari luar daerah," tandas Asril.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan ini memastikan hingga saat ini hasil swap 13 PDP belum diterima dari laboratorium Kemenkes, baik yang lama maupun yang baru.

Kategori pasien juga beragam mulai dari PDP ringan, sedang, dan berat.

"Terkonfirmasi positif corona masih dua orang dan juga terdatar sebagai PDP. Mereka dirawat di RSUD arifin Ahmad Pekanbaru," tandas Asril.

Virus Corona di Inhu - Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit.

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved