Virus Corona di Riau
Dampak Covid-19, Libur Sekolah SMA/SMK di Riau Diperpanjang Hingga 30 April
Pemprov Riau kembali memperpanjang masa libur siswa SMA/SMK/MA sederajat di Provinsi Riau hingga tanggal 30 April mendatang.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memperpanjang masa libur siswa SMA/SMK/MA sederajat di Provinsi Riau hingga tanggal 30 April mendatang.
Ini merupakan perpanjangan libur sekolah yang kedua kalinya dilakukan. Sebelumnya libur sekolah ditetapkan sampai tanggal 30 Maret.
Melihat kondisi wabah virus korona yang semakin meluas, Pemprov Riau akhirnya memperpanjang libur sekolah hingga Rabu 15 April 2020 kemarin.
Karena wabah virus korona belum juga berakhir, Pemprov Riau pun kembali memperpanjang libur sekolah untuk SMA/SMK/MA sederajat hingga 30 April mendatang.
Kebijakan memperpanjang libur sekolah untuk siswa SMA/SMK sederajat ini dilakukan menyusul semakin meluasnya wabah virus corona di Indonesia. Termasuk di Riau.
• Warga di Pinggiran Kota Pekanbaru Tanggapi PSBB: Silahkan, Yang Penting Kami Bisa Bekerja Cari Makan
• BREAKING NEWS: Walikota Tandatangani Perwako Pemberlakuan PSBB di Pekanbaru Ini Isinya
• VIDEO: PSBB di Pekanbaru Dipastikan Mulai Hari Jumat 17 April 2020, Ini Sanksi Bagi yang Melanggar!
“Sesuai edaran Kemendikbud dan Gubernur Riau, proses belajar di rumah diperpanjang sampai tanggal 30 April 2020. Surat edaran sudah kita kirimkan ke seluruh sekolah kabupaten dan kota di Riau,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau, Kaharuddin, Kamis (16/4/2020).
Sesuai surat edaran Gubernur Riau nomor 800/Disdik/1.3/2020/4219 disebutkan bahwa meski proses belajar mengajar di sekolah diliburkan, namun di rumah proses belajar tetap harus berjalan.
Pembelajaran dapat dilakukan menggunakan aplikasi Simpintar, Ruang Guru, Wekkindo atau aplikasi lainya yang mendukung proses pembelajaran.
Selain itu, dalam surat edara gubernur riau tersebut juga dibunyikan bahwa kepala sekolah dan tenaga pendidik wajib mengatur perencanaan materi atau tugas untuk setiap peserta didik setiap mata pelajaran.
Kaharuddin mengatakan, selama proses belajar di rumah, sekolah menjalankan dengan cara belajar daring atau jarak jauh. Dan pembelajaran dapat difokuskan pada pendidikan mengenai pandemi Covid-19.
“Aktivitas dan tugas pembelajaran daring sesuai minat dan kondisi masing-masing. Termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar di rumah. Selanjutnya pembelajaran daring mempunyai umpan balik yang bersifat kualitatif, dan berguna bagi guru tanpa diharuskan memberikan skor atau nilai kuantitatif,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Kaharuddin, untuk dana bantuan operasional sekolah atau bantuan operasional pendidikan, dalam surat edaran tersebut, juga dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah.
“Termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi Covid-19, seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfectan, dan masker bagi warga sekolah, serta untuk membiayai pembelajaran daring,” katanya.
Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, mengimbau kepada tenaga pendidik untuk tetap melakukan pembelajaran dari rumah dengan sistem online. Sehingga siswa tetap bisa mendapatkan pelajaran dari gurunya.
Tidak hanya materi pelajaran sekolah, namun Gubri juga berharap para tenaga pendidik di Riau bisa memfokuskan pembelajaran terkait wabah virus Corona atau Covid-19 yang saat ini sudah meluas ke sejumlah negara termasuk di Indonesia dan Riau.
"Pembelajaran dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi Covid-19 di Provinsi Riau," kata Gubri Syamsuar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-corona-covid-19.jpg)