Beginilah Panduan WHO Terkait Pelaksanaan Ibadah Ramadan 2020 di Tengah Pandemi Virus Corona
WHO merilis panduan bagaimana harusnya saat melaksanakan ibadah puasa ramadan. Panduan ini mengikuti upaya untuk memutus rantai penyebaran virus coro
*Ruang ibadah, situs dan bangunan yang sering dibersihkan
-Membersihkan secara rutin tempat di mana orang-orang berkumpul sebelum dan sesudah di setiap acara, menggunakan deterjen dan disinfektan.
-Di masjid, pertahankan tingkat kebersihan tempat dan fasilitas wudhu, serta menjaga kebersihan umum dan sanitasi.
-Selalu membersihkan benda yang sering disentuh dengan deterjen dan disinfektan, seperti gagang pintu, sakelar lampu, dan pegangan tangga.
Baca Juga: Tak hanya RI, Yordania juga larang salat di masjid selama Ramadan
*Amaliah sosial
-Pada momentum bulan puasa, umat Islam biasanya memberikan perhatian khusus kepada mereka yang lemah, termasuk yang terkena dampak buruk Covid-19.
Oleh karena itu, saat mendistribusikan sedekah maupun zakat selama Ramadan ini, harus mempertimbangkan jaga jarak.
Untuk menghindari pertemuan yang ramai terkait jamuan buka puasa, maka pertimbangkan untuk menggunakan paket kotak makanan.
Hal ini dapat diatur oleh entitas dan institusi terpusat, yang harus dipatuhi jaga jarak sepanjang proses (mengumpulkan, pengemasan, penyimpanan dan distribusi).
KESEJAHTERAAN HIDUP
-Puasa
Tidak ada penelitian tentang puasa dan risiko infeksi Covid-19. Orang sehat harus bisa berpuasa selama Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya, sedangkan pasien Covid-19 dapat mempertimbangkan kemudahan untuk berbuka puasa, yang tentunya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter dan pemuka agama.
-Aktivitas fisik
Selama pandemi Covid-19, banyak orang dibatasi dalam bergerak. Jika ada peluang dan dibolehkan untuk beroleh raga, maka selalu menjaga jarak dan kebersihan tangan yang tepat bahkan selama beraktivitas. Sebagai pengganti kegiatan di luar ruangan, WHO mendorong aktivitas fisik dalam ruangan dan kelas online.
-Diet sehat dan nutrisi
Nutrisi dan hidrasi yang tepat sangat penting selama bulan Ramadan. Orang harus makan berbagai jenis makanan bergizi dan segar yang tidak diolah setiap hari dan banyak minum air putih.
-Penggunaan tembakau
Penggunaan tembakau tidak disarankan dalam situasi apa pun, terutama selama Ramadan dan pandemi Covid-19.
Perokok yang sudah mengidap penyakit paru-paru, atau berkurang kapasitas paru-parunya, sangat rentan terhadap risiko serius Covid-19.
Saat merokok, jari-jari (dan mungkin rokok yang terkontaminasi) menyentuh bibir, yang meningkatkan kemungkinan virus memasuki sistem saluran pernapasan.
Sumber: Kontan.co.id
• UNIK, Seorang Ayah Ajak Anaknya Keliling Dunia dan Kunjungi 25 Negara saat Pandemi Virus Corona