Breaking News:

Kasus Korupsi di Riau

Jaksa Siapkan Tuntutan untuk Mantan PR IV UIR Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Penelitian

Saat itu, dia menjabat sebagai Ketua Tim Peneliti, yang melakukan penelitian Bersama Institut Alam dan Tamadun Melayu Universitas Kebangsaan Malaysia

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Jaksa Siapkan Tuntutan untuk Mantan PR IV UIR Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Penelitian 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Pembantu Rektor (PR) IV Universitas Islam Riau (UIR), Abdullah Sulaiman, memasuki agenda penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Abdullah Sulaiman merupakan pesakitan dalam kasus dugaan rasuah dana hibah penelitian di perguruan tinggi swasta itu.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni menjelaskan, saat ini tim JPU sedang menyusun penuntutan.

"Benar sudah mau pembacaan tuntutan. Sekarang tim (JPU) sedang menyiapkan isi tuntutan berdasarkan fakta-fakta persidangan," sebut Yuriza, Senin (20/4/2020).

Dipaparkan Yuriza, sidang pembacaan tuntutan hukuman untuk Abdullah Sulaiman, dijadwalkan akan dilaksanakan pada pekan ini.

"Jadwalnya Kamis (23/4/2020). Kalau tidak ada halangan, bisa dibacakan Kamis besok," tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan isi dakwaan JPU, Abdullah Sulaiman didakwa melakukan korupsi dana hibah penelitian yang merugikan negara Rp2,6 miliar lebih.

Dalam dakwaan itu terungkap, perbuatan Abdullah Sulaiman terjadi pada tahun 2011-2012 lalu. 

Saat itu, dia menjabat sebagai Ketua Tim Peneliti, yang melakukan penelitian Bersama Institut Alam dan Tamadun Melayu Universitas Kebangsaan Malaysia.

Untuk menjalankan penelitian, UIR meminta bantuan dana hibah ke Pemprov Riau dan mendapat dana Rp2,8 miliar.

Dana itu bersumber dari APBD Provinsi Riau tahun 2011-2012.

Kegiatan itu dilakukan Abdullah Sulaiman bersama Dr Emrizal selaku bendahara 2011-2012 dan Said Fhazli selaku Direktur CV Global Energi Enterprise.

Untuk Emrizal dan Said, sudah dilakukan penuntutan terpisah dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Penelitian itu dilaksanakan dan berjalan dengan lancar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved