VIDEO: Dampak Lockdown, Diprediksi Terjadi 7 Juta Kehamilan Tak Diinginkan
Kondisi tersebut lantaran sistem kesehatan mengalami kelebihan beban, penutupan fasilitas, atau hanya tersedia pelayanan terbatas
TRIBUNPEKANBARU.COM--Data Kependudukan PBB, United Nations Population Fund (UNFPA) memprediksi akan ada jutaan kasus kehamilan tidak dikehendaki dalam 6 bulan ke depan selama pandemi virus corona.
Ternyata Pandemi Covid-19 memiliki dampak ke sistem kesehatan perempuan, satu di antaranya kehamilan.
Para perempuan kehilangan kemampuan dalam merencanakan keluarga mereka.
Kondisi tersebut lantaran sistem kesehatan mengalami kelebihan beban, penutupan fasilitas, atau hanya tersedia pelayanan terbatas kepada perempuan dan anak perempuan akibat wabah virus corona baru.
Sebagian perempuan juga memilih untuk melewatkan pemeriksaan medis yang penting di fasilitas kesehatan.
Sebab, mereka ketakutan akan tertular virus corona yang tengah mewabah di seluruh dunia.
• Juru Gedor Juventus, Paulo Dybala Sembuh dari Covid-19, Hasil Tes Swab Negatif Virus Corona
• 3 Hektare Lahan Disiapkan Untuk TPU Corona Di Inhil, Dalam Waktu Dekat Bisa Difungsikan
• VIDEO Update Virus Corona di Dunia 7 Mei: Lebih dari 3,8 Juta Orang Terinfeksi, 264.815 Meninggal
Gangguan pada rantai pasok global juga bisa berakibat pada keterbatasan ketersediaan alat kontrasepsi.
Serta, kekerasan berbasis gender berpotensi meningkat karena perempuan tertahan di dalam rumah dalam jangka waktu yang lama.
Direktur Eksekutif UNFPA Dr. Natalia Kanem mengatakan, data baru tersebut menunjukkan dampak bencana Covid-19 yang dalam waktu dekat akan perempuan dan anak perempuan alami secara global.
"Pandemi ini akan memperparah ketidaksetaraan, jutaan perempuan dan anak perempuan sekarang berisiko kehilangan kemampuan untuk merencanakan keluarga mereka, melindungi tubuh dan kesehatan mereka,” kata Kanem dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5).
• Israel Temukan Antibodi Virus Corona, Covid-19, Kini Mencari Produsen yang Siap Produksi Massal
• Bertujuan Perketat Masuknya Orang ke Kuansing Riau, Tapi Posko Pengawas Covid-19 Kerap Kosong
• Belum Usai Wabah Virus Corona, Indonesia Dihantam Gempa di Maluku dan Banjir Dahsyat di Banten
Data UNFPA menunjukkan, 47 juta perempuan di 114 negara berpenghasilan rendah-menengah tidak akan bisa mengakses alat kontrasepsi modern.
Akibatnya, sebanyak 7 juta kehamilan tidak diinginkan akan terjadi jika karantina wilayah berlangsung hingga 6 bulan dan adanya gangguan pelayanan kesehatan.
Untuk setiap rentang tiga bulan karantina wilayah, akan bertambah sekitar dua juta perempuan yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi modern.
Tak hanya itu, 31 juta tambahan kasus kekerasan berbasis gender akan terjadi bila karantina wilayah berlangsung hingga enam bulan.
Untuk setiap tiga bulan karantina wilayah, ada tambahan 15 juta kasus kekerasan berbasis gender.