Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Duh, Beban Utang Indonesia Meroket Dua Kali Lipat, Apa Penyebabnya ?

Utang Pemerintah Indonesia sampai Maret 2020 sebesar Rp 5.192,56 triliun.Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik Bruto (PDB) menjadi 32,12%

Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Sri Mulyani 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Posisi utang Pemerintah Indonesia sampai Maret 2020 sebesar Rp 5.192,56 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, dengan begitu, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik Bruto (PDB) menjadi 32,12%.

Jumlah ini meningkat Rp 244,38 triliun atau 4,7 persen dari posisi utang pemerintah di bulan sebelumnya sebesar Rp 4.948,18 triliun.

Meskipun meningkat, tetapi rasio utang pemerintah masih berada di bawah batas aman 60%.

Sementara, Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN per akhir kuartal I US$ 389 miliar. Angka ini hanya tumbuh 0,5% year on year (yoy), dari pertumbuhan 7,8% yoy pada bulan sebelumnya.

Duar! Ledakan Keras Bom Ikan Dilempar Mantan Menantu ke Rumah Bekas Mertua, Polisi Selidiki Motif

Dinilai Pemborosan, Petugas Pakai APD saat Semprot Disinfektan di Desa Bandul Riau Sempat Diprotes

Nekat Mudik dari Jakarta ke Soppeng, Selfi Jebolan LIDA Indosiar Dijemput Petugas untuk Karantina

Utang luar negeri Indonesia pada akhir Maret 2020 mengalami perlambatan.

Sayangnya, perlambatan ULN tak sebanding dengan beban utang yang ditanggung yang justru meningkat.

Hal ini tercermin dari debt to service ratio (DSR), alias rasio utang terhadap pendapatan yang malah meningkat.

DSR adalah jumlah beban pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri jangka panjang yang dibagi jumlah penerimaan ekspor.

DSR mencerminkan kemampuan sebuah negara untuk menyelesaikan kewajibannya membayar utang.

Jika rasio DSR semakin besar maka beban utang yang ditanggung pun semakin besar.

Berdasarkan data BI, DSR Tier-1 yang meliputi pembayaran pokok dan bunga atas utang jangka panjang dan pembayaran bunga atas utang jangka pendek (metode ini mengacu pada perhitungan DSR World Bank) tercatat sebesar 27,65%.

Angka ini jauh lebih tinggi dari DSR kuartal IV-2019 yang hanya 18,00%.

Mengutip keterangan di dalam buku Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) edisi April 2020 yang dirilis pada Jumat (17/4/2020).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved