Duh, Beban Utang Indonesia Meroket Dua Kali Lipat, Apa Penyebabnya ?

Utang Pemerintah Indonesia sampai Maret 2020 sebesar Rp 5.192,56 triliun.Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik Bruto (PDB) menjadi 32,12%

istimewa
Sri Mulyani 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Posisi utang Pemerintah Indonesia sampai Maret 2020 sebesar Rp 5.192,56 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, dengan begitu, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik Bruto (PDB) menjadi 32,12%.

Jumlah ini meningkat Rp 244,38 triliun atau 4,7 persen dari posisi utang pemerintah di bulan sebelumnya sebesar Rp 4.948,18 triliun.

Meskipun meningkat, tetapi rasio utang pemerintah masih berada di bawah batas aman 60%.

Sementara, Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN per akhir kuartal I US$ 389 miliar. Angka ini hanya tumbuh 0,5% year on year (yoy), dari pertumbuhan 7,8% yoy pada bulan sebelumnya.

Duar! Ledakan Keras Bom Ikan Dilempar Mantan Menantu ke Rumah Bekas Mertua, Polisi Selidiki Motif

Dinilai Pemborosan, Petugas Pakai APD saat Semprot Disinfektan di Desa Bandul Riau Sempat Diprotes

Nekat Mudik dari Jakarta ke Soppeng, Selfi Jebolan LIDA Indosiar Dijemput Petugas untuk Karantina

Utang luar negeri Indonesia pada akhir Maret 2020 mengalami perlambatan.

Sayangnya, perlambatan ULN tak sebanding dengan beban utang yang ditanggung yang justru meningkat.

Hal ini tercermin dari debt to service ratio (DSR), alias rasio utang terhadap pendapatan yang malah meningkat.

DSR adalah jumlah beban pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri jangka panjang yang dibagi jumlah penerimaan ekspor.

Halaman
1234
Editor: Nurul Qomariah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved