Pakar Prediksi Kasus Corona Melonjak Usai Lebaran, Warga Padati Pasar Abaikan Protokol Kesehatan
Pakar matematika epidemiologi memperkirakan imbas dari kerumunan massa ini akan terlihat pada peningkatan kasus 10 -14 hari ke depan,sekitar awal Juni
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Sejumlah pakar memprediksi bakal terjadi lonjakan kasus Covid-19 setelah Lebaran.
Prediksi itu dilatarbelakangi kerumunan massa di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di berbagai daerah walaupun Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) diterapkan.
Wraga bahkan mengabaikan protokol kesehatan.
Kerumunan masyarakat di pusat-pusat keramaian dianggap sebagai cerminan sikap masyarakat yang "kembali normal".
Ramai jadi pembicaraan, kerumunan massa yang berbondong-bondong berbelanja menjelang Idul Fitri.
Warga yang berbelanja ada yang beralasan 'lebih puas' bila belanja di pasar atau mal.
• Sindir Kegaduhan Lelang Perawan Rp 2 M, Aktor Fico Fachriza Lelang Keperjakaan Rp 3 M atau Gratis
• Cuti Bersama Dibatalkan Besok Pegawai Wajib Berkantor,BKPSDM Pelalawan: Libur Lebaran Cuma Satu Hari
• Dor! Junaidi Langsung Tewas Bersimbah Darah,Toke Tembak Buruh Sawit Diduga Gara-gara Powerbank
Namun ada pula warga yang mengaku 'dongkol' melihat masyarakat berbondong-bondong belanja lebaran, "Belanja baru Lebaran, memang mau pergi ke mana?"
Pakar matematika epidemiologi memperkirakan imbas dari kerumunan massa ini akan terlihat pada peningkatan kasus 10 -14 hari ke depan, atau sekitar awal Juni.
Saat ini, dua orang pedagang dan dua orang pengunjung Pasar Anyar, Bogor, Jawa Barat, dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test yang dilakukan di pasar tradisional tersebut.
Menyusul kerumunan massa yang berbelanja persiapan lebaran pada akhir pekan lalu.
Keempat orang tersebut kini sedang dijadwalkan untuk segera menjalani tes PCR.
'Kalau sudah terjangkit penyakit ya pasrah aja'
Safira, salah satu warga yang berbelanja keperluan lebaran, beralasan dia berbelanja ke pusat perbelanjaan agar bisa langsung melihat kualitas dan memastikan ukuran barang yang akan dibeli.
"Kalau (beli) online kadang barang tidak cocok, kalau ini kita bisa langsung kita lihat kualitas barang terus ukurannya bisa dipastiin di tubuh kita," ujar Safira, ketika ditemui ketika sedang berbelanja di pusat perbelanjaan Citraland, Semarang, Rabu (20/5/2020).
Kendati mengabaikan anjuran pemerintah untuk tinggal di dalam rumah selama pandemi, perempuan berusia 55 tahun ini mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/belanja-stc-psbb3.jpg)