Berita Riau

Kejari Pelalawan Riau Nyatakan Banding Atas Vonis PT SSS Dalam Perkara Karhutla, Ini Alasannya

Kejari Pelalawan Nophy menjelaskan, pihaknya mengajukan banding atas vonis hakim pada PT SSS yang belum sesuai, khususnya pidana pemulihan lahan

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Sidang dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim terhadap terdakwa PT SSS dalam kasus karhutla di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (19/5/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau menyatakan banding terhadap putusan PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS) dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang divonis pada Selasa (19/5/2020) lalu.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan memvonis PT SSS dalam kasus karhutla dengan pidana denda Rp 3,5 miliar.

Ditambah pidana pemulihan lahan sebesar Rp 38,6 miliar lebih, dengan total Rp 42 miliar.

Putusan itu lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan dengan pidana denda Rp 5 miliar dengan pidana pemulihan Rp 55 miliar lebih, total pidana denda Rp 60 miliar.

Unggah Foto Pegang Senpi Rakitan Ancam Tembak Polisi,Pemuda 17 Tahun Harus Tidur Dalam Sel Tahanan

Artis India Kareena Kapoor Ikut Rayakan Idul Fitri, Sajikan Masakan Istimewa Buatan Suami, Apa Itu?

Semai 8 Ton Garam,Teknologi Modifikasi Cuaca Hujan Buatan Tahap II untuk Penanganan Karhutla di Riau

"Kita merasa kurang cocok pada putusan denda pidana pemulihannya. Jadi harus banding," terang Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (25/5/2020).

Kajari Nophy menjelaskan, pihaknya mengajukan banding atas vonis hakim yang belum sesuai, khususnya pidana pemulihan lahan yang turun dari tuntutan jaksa.

Sebab pidana pemulihan sebesar Rp 55 miliar lebih diberdasarkan perhitungan ahli karhutla, Bambang Heru yang bersaksi dalam kasus tersebut.

Sedangkan pada vonis hakim tidak diketahui perhitungannya menggunakan pertimbangan sendiri atau ahli lain.

"Kita bertahan pada perhitungan dari saksi ahli yang digunakan pada perkara ini," tambah Nophy.

JPU dalam perkara ini, Rahmat Hidayat SH, menyebutkan pihaknya telah menyatakan banding ke PN Pelalawan.

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved