Breaking News:

PSBB di Sumbar

Bukittinggi Bersiap New Normal, Mulai 1 Juni Akan Lakukan Pelonggaran Bertahap

Bukittinggi menjadi daerah pertama di Sumbar yang nyatakan sikap untuk keluar PSBB, disusul beberapa daerah lainnya, seperti Padang Panjang dan Pessel

Instagram Humas Pemko Bukittinggi
Mulai 1 Juni Bukittinggi tak lagi terapkan PSBB 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BUKITTINGGI - Pemerintah Kota Bukittinggi akhirnya menutuskan tidak melanjutkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Sumbar.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bukittinggi, setelah rapat bersama Unsur Forkopimda, Rabu (27/5/2020).

"Dasarnya, upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Bukittinggi dinilai maksimal. Tracking setelah adanya yang dinyatakan positif covid-19, cepat dilaksanakan. Sehingga upaya memutus mata rantainya dirasa cukup maksimal," jelas Ramlan seperti yang dilansir dari akun Instagram Humas Pemko Bukittinggi.

Wako menambahkan, Bukittinggi menjadi daerah pertama di Sumbar yang nyatakan sikap untuk keluar PSBB, disusul beberapa daerah lainnya, seperti Padang Panjang dan Pesisir Selatan.

Namun demikian, keluar PSBB bukan berarti bebas covid.

Tegur Sekelompok Pemuda yang Sedang Pesta Miras, Warga di Bukittinggi Ini Tewas Dianiaya

Tak Ingin Ketinggalan! Sumbar Ajukan PSBB, Padang & Bukittinggi Terbanyak Miliki Kasus Virus Corona

Razia masker dan upaya pencegahan tetap dilakukan.

"Keluar PSBB dimaksudkan untuk melonggarkan masyarakat untuk beraktifitas. Kita kurangi tingkat kecemasan warga. Sehinhga warga dapat memulai kembali aktifitas untuk memperbaiki perekonomian. Kita sudah pelajari penyebaran covid-19 di kota ini. InsyaAllah kita siap keluar PSBB dengan tetap mempertahankan standar pencegahannya," ujar Ramlan.

( )

Sampai saat ini, tercatat 17 warga Bukittinggi dinyatakan positif covid-19. 1 meninggal, 3 masih dirawat atau diisolasi dan 13 lainnya sudah sembuh.

Dari terakhir swab yang dikirim sebanyak 88 sampel, semuanya negatif.

Mulai bulan Juni, akan ada beberapa kelonggaran secara bertahap, seperti, membuka objek wisata, persiapan pengoperasionalan Pasa Ateh serta persiapan untuk memulai kembali proses belajar mengajar pada bulan Juli.

"Sekolah pun rencana kita, akan diatur, tidak semuanya yang masuk sekolah. PAUD, TK, SD kelas 1 SD dan Kelas 2 Sd masih tetap di rumah.

Untuk shalat di masjid akan kita bolehkan kembali dengan sejumlah syarat, seperti, tidak boleh pakai tikar masjid, jemaah hanya sekitar masjid, berwudhu di rumah. Ini akan kita komunikasikan dulu dengan Pengurus Masjid," tambahnya. 

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved