Breaking News:

Siswi SMP di Kampar Dicabuli Abang Ipar saat Sedang Tidur, Berawal dari Rok Korban yang Tersingkap

Perilaku bejat ini dilakukan oleh pelaku sejak tahun 2019 lalu hingga akhirnya korban tidak tahan dan melaporkan apa yang dialaminya ke ayah korban

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Instagram.com
Siswi SMP di Kampar Dicabuli Abang Ipar saat Sedang Tidur, Berawal dari Rok Korban yang Tersingkap. Foto: Ilustrasi siswi SMP dicabuli. 

Pemuda 19 tahun berhasil menaklukan puluhan siswi SMP dan siswi SMA dan berhasil mencabuli dan menyetubuhi para korban berkat rayuannya.

Bahkan, seorang siswi SMA sampai rela disetubuhi pemuda 19 tahun ini berulang kali di rumah kosong dan di kebun serta di berbagai tempat saat ada kesempatan.

Akibat disetubuhi berulang kali akhirnya siswi SMA itu hamil dan sang pemuda merayunya untuk menggugurkan dan pemuda itu mengubur janin itu.

Korban yang melakukan aborsi atas suruhan pemuda kampung itu dengan diberikan obat, dan janin yang digugurkan dikubur oleh pelaku.

Bak kata pepatah, sepandai-pandai tupai melompat, sekali-kali akan jatuh juga dan bagaimanapun menyembunyikan yang busuk akan ketahuan juga, akhirnya perilaku pemuda kampung itu terungkap.

Pemuda kampung itu diamankan polisi setelah kasus aborsi yang terbongkar.

Ternyata korban merupakan orang yang pernah dipacari BN sampai disetubuhi.

BN memang masih muda usianya baru 19 tahun.

Namun ia mampu menaklukan remaja SMP hingga SMA.

Rayuan Pemuda 19 Tahun Taklukan Siswi SMA: Rela Disetubuhi di Kebun dan Rumah Kosong hingga Hamil. Foto: Siswi SMA
Rayuan Pemuda 19 Tahun Taklukan Siswi SMA: Rela Disetubuhi di Kebun dan Rumah Kosong hingga Hamil. Foto: Siswi SMA ()

Jumlahnya mencapai puluhan dan tentu saja membutuhkan waktu lama mengingat banyaknya korban.

BN adalah pemuda asal Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Ia ditangkap Tim Buru Sergap Satreskrim Polres Kediri Kota, Rabu (3/6/2020) malam.

Tersangka diamankan karena telah memperdayai sekitar 10 cewek belia yang masih di bawah umur.

Para cewek belia ini didominasi dari kalangan Siswi SMP dan Siswi SMA.

Malahan salah satu korbannya, sebut saja Bunga (16) Siswi SMA, hamil dan terpaksa melakukan aborsi.

Aksi sang pemuda merayu remaja putri diduga telah berlangsung lama, mengingat remaja yang menjadi korbannya juga tidak sedikit.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi menjelaskan, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Unit Resmob Polres Kediri Kota langsung memburunya.

Semula, keberadaan tersangka sering berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya, semenjak kasusnya dilaporkan ke polisi.

Kemudian petugas mendapatkan keberadaan tersangka yang pulang ke rumahnya.

"Tersangka diamankan di rumahnya, saat ini masih menjalani pemeriksaan Mapolres Kediri Kota," jelas AKP Kamsudi.

Tersangka mengakui pertama kali menyetubuhi Bunga pada awal Januari 2020.

Korban disetubuhi sampai berulangkali di rumah kosong dekat rumahnya, rumah korban, di kebun, tempat kos, di toko tempat pelaku bekerja dan rumah pelaku.

Selain melakukan terhadap Bunga, aksi itu juga dilakukan terhadap remaja putri lainnya.

Pemuda ini mampu menaklukan para remaja melalui jurus rayuan mautnya.

Sebagian korban ada yang dicabuli, sebagian lainnya juga disetubuhi seperti yang menimpa Bunga.

"Rata-rata korbannya masih berstatus sebagai anak di bawah umur," tambahnya.

AKP Kamsudi menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara pelaku telah melakukan perbuatan cabul dan persetubuhan kepada lebih dari 10 perempuan lainnya.

Malahan salah satu korbannya ada yang telah diperdayai pelaku sejak 2019 sampai awal 2020.

Akibatnya korban hamil dan melakukan aborsi janinnya.

Tindakan aborsi ini dilakukan atas arahan dan obat yang dibelikan oleh BN lewat online.

Tersangka sendiri yang mengubur janin hasil aborsi dalam wadah kaleng plastik.

Semula janin dikubur di belakang rumah salah satu temannya.

Kemudian pada 25 Mei 2020 bersama dua temannya janin dipindahkan ke tempat pemakaman di desanya.

Kasus ini yang kemudian mengantarkan BN ke tahanan polisi.

Mengingatkan ulahnya selama ini, diduga masih ada korban BN yang melakukan tindakan yang sama.

“Pelaku sudah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut, kami menduga masih ada korban lainnya,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Rayuan Maut pemuda Kediri Setubuhi Puluhan Cewek SMP-SMA di Kebun dan Toko, Hingga Hamil dan Aborsi.

Gadis Remaja 16 Tahun Dicabuli Paman di Kamar Korban

Seorang gadis remaja umur 16 tahun jadi korban nafsu bejat paman, korban dicabuli saat korban tidur di kamar disamping neneknya.

Korban sempat bangun ketika merasakan payudaranya diraba, namun korban tidak bisa menolak ketika korban diancam akan diperkosa.

Atas kejadian itu, Polres Kepulauan Meranti mengamankan seorang pria yang diduga melakukan tindak pidana persetubuhan anak dibawa umur.

Kejahatan ini sesuai dalam rumusan Pasal 76E dengan ketentuan pidana pasal 82 UU NO 35 thn 2014 ttg perubahan uu no 23 thn 2002 ttg perlindungan anak.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat melalui Kanit Rsskrim Polsek Merbau Ipda Benny Siregar mengatakan terduga pelaku M (41) diamankan pada hari Senin (11/5/2020) sekira pukul 15.30 wib di tempat tinggalnya di jalan Yos Sudarso Kelurahan Teluk Belitung kecamatan Merbau.

Sebelumnya laporan tindak pidana tersebut disampaikan oleh ayah korban N (48), di mana korban adalah L gadis berusia 16 tahun.

Diketahui bahwa pelaku tidak lain adalah paman korban.

"Menindaklanjuti laporan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur beserta anggota unit Reskrim melakukan Penyelidikan terhadap Pelaku, kemudian sekira Pukul 17.00 wib Kanit Reskrim beserta anggota berhasil menemukan Pelaku sedang berada dirumahnya," ujarnya.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti 1 (satu) helai celana lejing warna hitam motif bunga berwarna pink, 1 (satu) helai baju kaos lengan panjang warna perpaduan abu-abu dengan hitam dengan motif dan tulisan Hello kitty, dan 1 (satu ) buah kartu keluarga (KK).

Diceritakan Benny kronologi kejadian, pada hari Senin (11/5/2020) sekira pukul 05.00 wib ketika korban sedang tidur di dalam kamar, pelaku masuk ke kamar korban secara diam-diam.

" Korban merasa ada yang meraba bagian payudaranya, selanjutnya korban terbangun dan melihat pelaku sudah memeluk korban," ujar Benny.

Korban yang ketakutan juga berusaha membangunkan neneknya yang yang satu kamar dengan korban.

"Namun pelaku mengancam korban dengan mengatakan "Jangan kasih tau orang lain nanti saya perkosa," ujarnya menirukan pelaku.

Korban yang ketakutan membuat pelaku melanjutkan perbuatannya pelaku merabah bagian sensitif korban.

Dikatakan Benny pelaku saat ini masih diamankan di Polsek Merbau guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Upaya yang kita lakukan saat ini melaporkan kepada pimpinan, melakukan riksa saksi-saksi, mendatangi TKP, lidik pelaku, mengamankan BB dan tersangka seeta koordinasi dengan Unit PPA," pungkasnya.

Siswa SD Cabuli Siswi SD di Kamarnya Sampai 4 Kali

Miris! Itulah kata yang bisa diucapkan atas kejadian yang menimpa seorang siswi SD sebut saja namanya Melati berumur 7 tahun.

Betapa tidak, Melati yang masih belia itu menjadi korban nafsu tetangganya dan itu dilakukan pelaku di dalam kamar pelaku.

Lebih mirisnya, pelaku juga masih tercatat sebagai siswa SD dan masih berusia 10 tahun.

Semoga kejadian ini tidak terjadi pada anak pembaca dan anak penulis, dan semoga anak kita dijauhkan dari kejahatan nafsu bejat manusia dan kejahatan jin.

Kasus cabul yang menimpa gadis belia ini terungkap ketika korban mengeluh sakit setiap buang air kecil.

Ibu korban yang curiga kemudian menanyakan penyebab rasa sakit yang dialami anak gadisnya.

Betapa terkejutnya sang ibu ketika mendapati bahwa anaknya jadi korban pencabulan.

Ibu korban, SM (34) telah melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya ke pihak kepolisian.

SM yang merupakan warga Kecamatan Kalidoni Palembang melapor ke Polrestabes Palembang pada Jumat (1/5/2020).

Ia membuat laporan kasus dugaan pencabulan yang dialami anaknya.

Kasa Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang membenarkan adanya laporan tersebut.

"Laporan sudah diterima anggota dan akan ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polrestabes Palembang," terangnya.

Kesaksian Korban kepada Ibunya

SM mengungkapkan bahwa kejadian itu terungkap ketika sang anak mengeluh sakit saat hendak buang air kecil.

Sebelum itu, korban lebih dulu bermain di rumah terduga pelaku yang merupakan tetangganya pada Senin (27/4/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut SM, buah hatinya memang sering bermain ke rumah tetangganya itu.

"Pelaku ini juga masih anak-anak umurnya kurang lebih 10 tahun dan dia merupakan tetangga dekat rumah saya, namun beberapa hari kemudian tiba-tiba anak saya mengatakan sakit ketika ingin buang air kecil," ujarnya.

Ilustrasi
Ilustrasi pencabulan (Istimewa)

Setelahnya, korban bercerita tentang apa yang telah dialaminya.

Saat itu, korban mengaku jika dirinya mendapat perlakuan tak senonoh dari pelaku.

"Saat itu suami saya bertanya kepada anak saya kenapa bisa sakit saat ingin buang air kecil, lalu anak saya mengatakan kalau saat ia bermain ke rumah pelaku ia disuruh buka celana dan dicabuli," ungkapnya.

Lebih lanjut SM mengatakan bahwa kejadian yang menimpa anaknya itu sudah terjadi beberapa kali.

"Yang membuat saya lebih kaget, anak saya mengatakan kurang lebih empat kali pelaku telah melakukan hal itu kepada anak saya," terangnya.

"Anak saya mengatakan kepada saya kalau saat itu pelaku hanya mengajaknya bermain saja untuk berhubungan badan," sambungnya.

Saat kejadian, SM mengaku tidak mengetahui apakah ada orang atau tidak di rumah pelaku.

"Pada saat anak saya bermain ke rumah pelaku sendal anak saya juga dimasukan ke dalam rumahnya, kemudian pintu rumah pelaku ditutup,"

"Saya tidak begitu mengetahui apakah di dalam rumah pelaku ada orang atau tidak pada saat kejadian, kemudian anak saya mengatakan kalau mereka melakukan hubungan itu di dalam kamar pelaku," paparnya.

SM telah melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga pelaku.

"Saat saya memberitahukan kejadian itu kepada keluarganya mereka mengatakan jangan dilaporkan kita omongin saja baik-baik,

namun saya tidak terima karena bukan hanya sekali pelaku melakukan hal itu kepada anak saya,

saya takut nanti kedepannya mental anak saya terganggu apalagi anak saya ini masih kecil," tegasnya.

Ia juga berharap agar pelaku bisa segera sadar dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

"Saya melaporkan kejadian ini agar pelaku bisa segera sadar, saya tau dia masih dibawah umur juga, tapi kalau tidak segera dilaporkan nantinya malah tambah parah," pungkasnya.

VIRAL Foto-foto Mesum Siswi SD di Maluku

Kronologi foto-foto mesum siswi SD korban rudapaksa orang tak dikenal berawal saat korban hendak membuang sampah.

Diketahui, foto-foto mesum siswi SD tersebut viral di Whatsapp (WA) dan media sosial sehingga menghebohkan publik Maluku.

Banyak warganet mengecam tersebarnya foto-foto sangat vulgar dan tidak pantas tersebut.

Kapolsek Waiapo, Kabupaten Buru, Ipda Andy Erwin Poleonro, membeberkan kronologi lengkap hingga foto-foto mesum itu viral.

Berikut kronologi lengkapnya :

1. Siswi SD dirudapkasa saat buang sampah

Foto-foto mesum ini berawal dari kasus seorang siswi SD di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru, Maluku dirudapaksa seorang pria tidak dikenal saat sedang membuang sampah di belakang rumahnya, Jumat (21/2/2020).

Seperti dilansir dari Kompas.com korban mengalami luka di bagian mulut dan organ intimnya sehingga harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Namlea untuk menjalani perawatan medis.

2. Foto diambil saat korban di Puskesmas

Ilustrasi korban pemerkosaan
Ilustrasi korban pemerkosaan (KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO)

Ipda Andy Erwin Poleonro menduga kalau foto-foto mesum siswi SD tersebut diambil saat korban dibawa ke puskesmas.

Dia mengungkapkan, saat korban dilarikan pertama kali ke Puskesmas di Lolongguba, ada banyak petugas Puskesmas dan warga yang ikut mengambil foto-foto tidak pantas tersebut dan kemudian menyebarkannya lewat Facebook.

"Kalau tidak salah itu dari puskesmas, itu karena saat (korban) dibawa lari dari TKP ke puskesmas itu banyak sekali itu orang puskesmas dan masyarakat yang mengambil gambar dan memposting foto sampai menyebar itu,” ungkapnya, Minggu (23/2/2020).

Dia mengakui anggotanya ikut mengambil dokumentasi korban sebagai bahan laporan untuk pimpinan.

Namun, foto yang diambil tidak seperti foto yang tersebar luas di media sosial yang saat ini menuai kecamaan masyarakat luas.

“Kita juga bagi sebagai laporan ke pimpinan tapi kita tahu foto yang pantas,” katanya.

3. Polisi sesalkan viralnya foto-foto tersebut

Menanggapi beredarnya foto-foto tidak pantas itu, Ipda Andy Erwin Poleonro ikut menyesalkan beredarnya foto-foto tersebut hingga menjadi konsumsi publik.

“Kami tidak tahu mengapa itu bisa beredar, yang jelas kami sangat menyayangkan kejadian itu,” kata Andy.

Dia mengakui, beredarnya foto-foto korban itu sangatlah tidak etis dan hal itu akan berpengaruh secara kejiwaan bagi korban dan juga keluarganya.

4. Menunggu laporan dari korban

Menurut Andy, sampai saat ini belum ada keberatan atau laporan dari keluarga korban terkait beredarnya foto-foto tersebut.

“Kalau ada keberatan dari keluarga kita akan panggil pihak-pihak yang foto dan menyebarkan itu ke medsos, dan kasus ini bisa kita diusut kita akan lihat unsur pasalnya,” ungkapnya.

Siswi SD Disetubuhi Paman Berkali-Kali

Seorang gadis ABG di Riau jadi korban nafsu bejat sang paman, pelaku tega setubuhi siswi SD itu berkali-Kali di rumah pelaku.

Paman berinisial AE yang sudah berumur 43 tahun itu tega mengagahi keponakannya yang masih berusia sebelas tahun itu.

Perbuatan bejat tersebut dilakukan AE berulang kali di rumahnya sendiri.

Kejadian ini terjadi di Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.

Pelaku berhasil diamankan tim opsnal Polsek Mandau yang ditangkap di Jalan Hangtuah Kecamatan Mandau.

Kronologi:

Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi kepada Tribunpekanbaru.com mengatakan, tersangka diamankan setelah tim opsnal mendapatkan laporan tindakan pencabulan dilakukan tersangka terhadap keponakanya.

Laporan tersebut disampaikan langsung adik tersangka.

"Kita mengamankan AE Selasa kemarin. Tersangka diamankan di sebuah kantin di Masjid Arafah Jalan Hang Tuah Mandau, tanpa perlawanan," ungkap Kapolsek.

Perbuatan cabul dilakukan AE diketahui orangtua korban pada Desember 2019 lalu.

Saat itu ibunda korban menelpon abangnya AL meminta dirinya datang ke rumahnya.

"AL yang terkejut saat ditelpon pagi-pagi sekali langsung datang ke rumah korban. Saat sampai di sanalah orangtua korban bercerita bahwa anaknya yang berumur sebelas tahun dicabuli abangnya AE," tambah Kapolsek.

Ibu korban mengetahui perbuatan cabul dilakukan kepada anaknya, karena awalnya merasa curiga melihat sikap anaknya berubah tidak seperti biasanya.

Setelah beberapa saat ibu korban mencoba membujuk anaknya bercerita, akhirnya korban mau berceritakan kejadian yang di alaminya.

"Anaknya mengaku bahwa dicabuli oleh pamannya. Tidak hanya sekali tapi berkali kali, sebagian pencabulan dilakukan tersangka di rumahnya," ungkap Kapolsek.

Mendengar pengakuan ini, AL melaporkan kejadian yang dilakukan oleh abangnya AE ke Mapolsek Mandau.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap korban dan kemudian mengamankan tersangka.

"Saat ini tersangka sudah kita amankan di Mapolsek Mandau untuk melengkapi berkas perkara. Kemudian akan di limpahkan ke Kejaksaan," tandasnya.

GADIS Remaja 13 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Angkat

Sementara itu, seorang gadis remaja berumur 13 tahun disetubuhi paman angkat, korban terpaksa melayani nafsu bejat sang paman karena diancam akan dibunuh, begini kronologinya.

Aksi pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Dumai, kali ini korbannya gadis remaja 13 tahun.

Pelakunya seorang pria berinisial BU (44) warga Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

BU yang tega mencabuli LY (13) yang masih duduk dibangku sekolahan ini.

Pelaku bukanlah orang jauh melainkan paman angkat dari korban.

Bahkan, untuk menyalurkan nafsu birahinya, pelaku mengancam akan membunuh korban dengan menggunakan sebilah pisau jika tidak menuruti nafsu bejat pelaku.

Tapi kini, pelaku telah mendekam dibalik jeruji Polsek Dumai Timur atas laporan ibu angkat korban LA (26) yang merupakan adik ipar pelaku.

Kronologi

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira dikonfirmasi melalui Kapolsek Dumai Timur, Kompol Bustanuddin didampingi Kanit Reskrim Polsek Dumai Timur, AKP Sahudi membenarkan peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh BU.

AKP Sahudi mengatakan, bahwa pihaknya berhasil mengamankan pelaku di Jalan Bangun Sari, Kelurahan Tanjug Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

"Pelaku kita amankan berdasarkan laporan ibu angkat korban berinisial LA(26) yang merupakan adik ipar pelaku," kata AKP Sahudi, Senin (17/2/2020).

Dirinya menjelaskan, aksi bejat pelaku terkuak ketika ibu angkat korban yang sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai secara tiba-tiba didatangi oleh korban.

Korban mengadu kepada ibu angkatnya bahwa pelaku mengajak korban untuk melakukan hal yang pernah dilakukan oleh pelaku.

Merasa curiga, lanjut AKP Sahudi, sang ibu angkat meminta korban untuk menceritakan hal apa yang telah terjadi sebelumnya.

Lalu korbanpun menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya, ia terpaksa menuruti hawa nafsu paman untuk berhubungan badan beberapa waktu lalu.

"Diancam menggunakan pisau korban terpaksa menuruti kemauan pelaku untuk berhubungan layaknya suami istri. Mendengarkan hal itu, ibu angkat korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dumai Timur," jelasnya.

Tidak butuh waktu lama, tambahnya, berdasarkan laporan dari Ibu angkatnya, akhirnya pelaku berhasil dibekuk Tim Opsnal Polsek Dumai Timur dikediamanya.

"Pelaku bersama barang bukti dua bilah pisau telah kita amankan di Polsek Dumai Timur guna proses hukum lebih lanjut," imbuhnya.

AKP Sahudi mengaku, Pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1,2 dan 3 Jo Pasal 82 ayat 1UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.

"Pelaku teracam 12 tahun kurungan penjara," pungkasnya.

GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali

Unit Reskrim Polsek Mandau mengungkap perbuatan persetubuhan dilakukan kepada anak dibawah umur di wilayah hukumnya.

Pelakunya diketahui berinisial SA (39) warga Desa Sebanggar Kecamatan Bathin Solapan Bengkalis.

Pelaku melakukan perbuatan bejat ini kepada keponakannya yang masih berumur 16 tahun.

Perbuatan SA ini terungkap setelah ayah korban RA mendapat kabar anaknya sering digagahi oleh adik iparnya.

Dari informasi ini ayah korban langsung memeriksa kondisi anaknya dengan membawanya ke bidan.

"Dari pemeriksaan bidan ini, RA mendapat keterangan anaknya telah hamil. Perkiraan usia kandungannya sudah lima bulan," terang Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (31/1/2020) siang.

Menurut dia, RA tidak terima dengan kondisi anaknya sudah dalam keadaan hamil

RA kemudian melaporkan perbuatan bejat ini ke Polsek Mandau untuk pengusutan lebih lanjut.

Dari laporan ini, petugas memeriksa saksi korban dan mendapatkan informasi bahwa perbuatan cabul dilakukan oleh pamannya.

Berdasarkan keterangan korban, Polisi melakukan penangkapan terhadap SA pada hari Selasa (28/1) kemarin.

Pelaku diamankan petugas di rumahnya berada di Desa Sebangar sekitar pukul 23.00 WIB.

"Dari penangkapan ini, petugas langsung membawa tersangka ke Mapolsek Mandau dan dilakukan penahanan. Saat ini petugas masih melakukan penyedikan lebih lanjut terhadap tersangka," ungkap Kapolsek.

Perbuatan bejat terakhir kali dilakukan tersangka pada Jumat pekan lalu, sekitar pukul 14.00 WIB.

Perbuatan bejat ini dilakukan tersangka di rumahnya di Desa Sebangar.

"Pemeriksaan kita terakhir tesangka melakukan perbuatanya pada tanggal 25 Januari kemarin di rumahnya. Saat ini masih mendalami perbuatan tersangka," tandasnya.

Gadis Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Dicabuli Pacar dan Kakeknya

Seorang gadis remaja 14 tahun di Pekanbaru dicabuli pacar dan kakeknya, hal ini terungkap berawal dari terciduk mesum di rumah.

Gadis remaja itu berinisial SR dan sudah ditangani PPA kepolisian, sementara pacar korban sudah mendekam di penjara, sedangkan kakek korban buron dan sedang dikejar polisi.

Aparat kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polresta Pekanbaru saat ini sedang mencari keberadaan seorang pria tua berinisial Z.

Dia diduga sudah melakukan tindakan asusila terhadap cucunya sendiri, SR (14 tahun).

Hal ini terungkap saat SR, ditangkap basah oleh warga sedang berbuat mesum di rumah kakeknya itu, di Jalan Pemuda, Pekanbaru.

Saat itu SR tengah asyik berduaan bersama pacarnya, FR yang juga masih dibawah umur.

GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali, Masih Digauli Walau Sudah Hamil 5 Bulan
GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali, Masih Digauli Walau Sudah Hamil 5 Bulan (Tribun Pekanbaru/Instagram.com)

"Setelah diintrogasi, terungkap jika kakek korban, sudah lebih dulu mencabuli cucunya itu sejak setahun belakangan," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Jumat (3/1/2020).

Disebutkan Nandang, korban secara resmi sudah membuat laporan, pada 31 Desember 2019 lalu.

Pacar korban berinisial FR, sudah diamankan dan dititipkan di Lapas Anak pada hari ini.

"Sementara untuk kakek korban, saat ini keberadaanya masih terus dicari oleh petugas," pungkasnya.

REMAJA 14 Tahun di Riau Disetubuhi Ayah Tiri 4 Kali

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali dan usai lampiaskan nafsu pelaku ancam bunuh korban kalau menceritakan kepada orang lain.

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali itu juga disiksa pelaku sejak korban berumur 8 tahun, bahkan ibu korban juga disiksa pelaku.

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali itu berinisial AG.

AG harus menelan pil pahit karena AG harus melewati masa kanak-kanak hingga remaja dengan penuh siksaan badan maupun batin.

AG menjadi korban kekerasan oleh ayah tirinya berinisial ES (39) warga Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau.

Bukan hanya itu, selain mengalami tindak kekerasan oleh sang ayah sejak usia 8 tahun, ia juga menjadi budak nafsu setan ES.

Bahkan, ibu korban juga ikut menjadi bulan-bulanan kemarahan pelaku.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira dikonfirmasi melalui Kapolsek Bukit Kapur, AKP Tumara menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan masyarakat sekitar terkait adanya seorang anak yang menjadikan korban kekerasan ayah tiri.

Diceritakannya, perbuatan pelaku terungkap ketika korban melarikan diri dari rumahnya dan meminta pertolongan dengan warga sekitar, pada Minggu (1/12/2019) lalu.

Lebih lanjut diterangkanya, korban menceritakan kepada warga, bahwa dirinya mengalami tindak kekerasan oleh ayah tirinya.

" Korban menyatakan bahwa dirinya ditendang oleh ayah tirinya karena pelaku menyuruh korban mendorong sepeda motor yang mogok, namun sepeda motor tidak mau juga hidup pelaku emosi dan menendang bagian perutnya," katanya pada Kamis (5/12/2019).

Selain itu, tambahnya, ibu korban juga dipukul oleh pelaku menggunakan martil.

Atas cerita itu, masyarakat melaporkan kejadian itu ke Polsek Bukit Kapur.

"Menurut keterangan korban, aksi kekerasan yang dialaminya berlangsung sejak dirinya berusia 8 tahun. Ia selalu mengalami kekerasan fisik. Bahkan, korban juga sudah 4 kali disetubuhi oleh pelaku. Setiap kali usai menyetubuhi korban, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban kalau menceritakan hal tersebut kepada orang lain," ungkapnya.

Berdasarkan laporan dan keterangan korban, terangnya, Polsek Bukit Kapur lakukan pemeriksaan saksi dan korban hingga dilakukan visum et refertum.

Kapolsek mengaku, tak menunggu lama, pada hari yang sama pelaku berhasil diamankan petugas di kediamannya.

"Pelaku beserta barang bukti telah kita amankan di Mapolsek Bukit Kapur guna penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Gadis 14 Tahun Jadi Pelampiasan Nafsu Ayah Tiri

Sementara itu di Sumenep juga seorang anak gadis berusia 14 tahun menjadi pelampiasan nafsu bejat ayah tirinya AH.

Pria berusia 39 tahun memperkosa anak gadisnya di dalam kamar kosan.

Korban anak gadis berinsial NA tak bisa berbuat banyak saat sang ayah tiri minta dilayani di kosan.

Sebab, pelaku akan marah besar jika korban tak mau melayaninya.

Hal itu terjadi korban dan pelaku sedang berdua di kosan yang berlokasi di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

Aksi persetubuhan antara ayah tiri dan korban rupanya bukan hanya sekali.

Namun, sudah berulang kali korban dipaksa melayani nafsu bejatnya tersebut.

Malahan, persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku kepada gadis berusia 14 tahun itu atas sepengetahuan ibu kandung korban SBF.

Namun, sang ibu tak bisa berbuat banyak saat tau anak gadisnya menjadi korban pelampisan nafsu sang suami.

Sebab meskipun korban sudah menceritakan pada sang ibu kandungnyanya.

Ibu kandung NA lebih memilih diam dan tidak marah kepada pelaku yang tak lain suaminya.

Lantaran, sang ibu takut diperlakukan kasar oleh suaminya tersebut.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan perihal kejadian anak gadis diperkosa ayah tirinya tersebut.

Menurutnya, pelaku AH saat ini sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Ia melanjutkan, pelaku diamankan pada, Rabu (20/11/2019) pukul 17.00 WIB sore.

Penangkapan tersangka setelah ada Laporan Polisi dalam kasus pencabulan nomor. LP/196/XI/2019/Jatim/ResSmp, tanggal 20 Nopember 2019.

"Terlapor atau ayah tirinya ini ditahan sesuai laporan dari saudara S (42) warga Kabupaten Sorong Papua Barat," kata Widiarti Sutioningtyas, Kamis (21/11/2019) dikutip dari TribunnewsBogor.com dari Tribun Madura (Jaringan Tribunjatim.com)

AKP Widiarti Sutioningtyas menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anak gadis dibawah umur itu.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di rumah kos milik pelaku Agus Haryadi.

"Pada bulan oktober 2019 lalu, sekira pukul 13.30 WIB di dalam kost milik Agus Hariyadi, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep," katanya.

Menurut polisi, saat itu pelaku dan korban sedang berada di rumah kos berdua.

Ibu kandung korban sedang pergi keluara rumah.

Ia melanjutnya, modus dari ayah tiri bejat ini katanya melampiaskan nafsu biologisnya setelah nonton film dewasa di ponsel.

Setelah itu, pelaku memaksa anak gadisnya untuk melakukan hubungan intim saat hanya berdua di dalam kamar kos.

"Sedangkan saat melakukan itu istrinya sedang bekerja, di laundry yang lokasinya berada didepan kostnya," paparnya.

ilustrasi
Ilustrasi - GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali, Masih Digauli Walau Sudah Hamil 5 Bulan (SHUTTERSTOCK)

Menurutnya, korban bukan hanya satu kali saja disetubuhi oleh ayah titinya tersebut.

Mantan Kapolsek Kota Sumenep ini juga mengatakan, korban dipaksa melakukan persetubuhan yang dilakukan secara berulang ulang oleh ayah tirinya.

"Hal tersebut dilakukan setelah korban pulang dari sekolahnya. Terlapor ini melakukan persetubuhan terhadap korban yang disertai dengan ancaman walaupun isttinya sudah mengetahuinya," katanya.

Adanya kejadian tersebut, korban sudah bercerita kepada ibu kandungnya.

"Namun Siti Nur Faidah istrinya ini tidak bisa berbuat apa apa lantaran terlapor sering melakukan kekerasan terhadapnya," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankam berupa celana kain motif bunga bunga, baju kemeja warna abu abu motif bunga, miniset/BH warna merah muda dan celana dalan warna merah.

Gadis ABG di Riau Jadi Korban Nafsu Bejat Sang Paman

Seorang gadis ABG di Riau jadi korban nafsu bejat sang paman, pelaku tega setubuhi siswi SD itu berkali-Kali di rumah pelaku.

Paman berinisial AE yang sudah berumur 43 tahun itu tega mengagahi keponakannya yang masih berusia sebelas tahun itu.

Perbuatan bejat tersebut dilakukan AE berulang kali di rumahnya sendiri.

Kejadian ini terjadi di Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.

Pelaku berhasil diamankan tim opsnal Polsek Mandau yang ditangkap di Jalan Hangtuah Kecamatan Mandau.

Kronologi:

Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi kepada Tribunpekanbaru.com mengatakan, tersangka diamankan setelah tim opsnal mendapatkan laporan tindakan pencabulan dilakukan tersangka terhadap keponakanya.

Laporan tersebut disampaikan langsung adik tersangka.

"Kita mengamankan AE Selasa kemarin. Tersangka diamankan di sebuah kantin di Masjid Arafah Jalan Hang Tuah Mandau, tanpa perlawanan," ungkap Kapolsek.

Perbuatan cabul dilakukan AE diketahui orangtua korban pada Desember 2019 lalu.

Saat itu ibunda korban menelpon abangnya AL meminta dirinya datang ke rumahnya.

"AL yang terkejut saat ditelpon pagi-pagi sekali langsung datang ke rumah korban. Saat sampai di sanalah orangtua korban bercerita bahwa anaknya yang berumur sebelas tahun dicabuli abangnya AE," tambah Kapolsek.

Ibu korban mengetahui perbuatan cabul dilakukan kepada anaknya, karena awalnya merasa curiga melihat sikap anaknya berubah tidak seperti biasanya.

Setelah beberapa saat ibu korban mencoba membujuk anaknya bercerita, akhirnya korban mau berceritakan kejadian yang di alaminya.

"Anaknya mengaku bahwa dicabuli oleh pamannya. Tidak hanya sekali tapi berkali kali, sebagian pencabulan dilakukan tersangka di rumahnya," ungkap Kapolsek.

Mendengar pengakuan ini, AL melaporkan kejadian yang dilakukan oleh abangnya AE ke Mapolsek Mandau.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap korban dan kemudian mengamankan tersangka.

"Saat ini tersangka sudah kita amankan di Mapolsek Mandau untuk melengkapi berkas perkara. Kemudian akan di limpahkan ke Kejaksaan," tandasnya.

GADIS Remaja 13 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Angkat

Sementara itu, seorang gadis remaja berumur 13 tahun disetubuhi paman angkat, korban terpaksa melayani nafsu bejat sang paman karena diancam akan dibunuh, begini kronologinya.

Aksi pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Dumai, kali ini korbannya gadis remaja 13 tahun.

Pelakunya seorang pria berinisial BU (44) warga Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

BU yang tega mencabuli LY (13) yang masih duduk dibangku sekolahan ini.

Pelaku bukanlah orang jauh melainkan paman angkat dari korban.

Bahkan, untuk menyalurkan nafsu birahinya, pelaku mengancam akan membunuh korban dengan menggunakan sebilah pisau jika tidak menuruti nafsu bejat pelaku.

Tapi kini, pelaku telah mendekam dibalik jeruji Polsek Dumai Timur atas laporan ibu angkat korban LA (26) yang merupakan adik ipar pelaku.

Kronologi

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira dikonfirmasi melalui Kapolsek Dumai Timur, Kompol Bustanuddin didampingi Kanit Reskrim Polsek Dumai Timur, AKP Sahudi membenarkan peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh BU.

AKP Sahudi mengatakan, bahwa pihaknya berhasil mengamankan pelaku di Jalan Bangun Sari, Kelurahan Tanjug Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

"Pelaku kita amankan berdasarkan laporan ibu angkat korban berinisial LA(26) yang merupakan adik ipar pelaku," kata AKP Sahudi, Senin (17/2/2020).

Dirinya menjelaskan, aksi bejat pelaku terkuak ketika ibu angkat korban yang sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai secara tiba-tiba didatangi oleh korban.

Korban mengadu kepada ibu angkatnya bahwa pelaku mengajak korban untuk melakukan hal yang pernah dilakukan oleh pelaku.

Merasa curiga, lanjut AKP Sahudi, sang ibu angkat meminta korban untuk menceritakan hal apa yang telah terjadi sebelumnya.

Lalu korbanpun menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya, ia terpaksa menuruti hawa nafsu paman untuk berhubungan badan beberapa waktu lalu.

"Diancam menggunakan pisau korban terpaksa menuruti kemauan pelaku untuk berhubungan layaknya suami istri. Mendengarkan hal itu, ibu angkat korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dumai Timur," jelasnya.

Tidak butuh waktu lama, tambahnya, berdasarkan laporan dari Ibu angkatnya, akhirnya pelaku berhasil dibekuk Tim Opsnal Polsek Dumai Timur dikediamanya.

"Pelaku bersama barang bukti dua bilah pisau telah kita amankan di Polsek Dumai Timur guna proses hukum lebih lanjut," imbuhnya.

AKP Sahudi mengaku, Pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1,2 dan 3 Jo Pasal 82 ayat 1UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.

"Pelaku teracam 12 tahun kurungan penjara," pungkasnya.

GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali

Unit Reskrim Polsek Mandau mengungkap perbuatan persetubuhan dilakukan kepada anak dibawah umur di wilayah hukumnya.

Pelakunya diketahui berinisial SA (39) warga Desa Sebanggar Kecamatan Bathin Solapan Bengkalis.

Pelaku melakukan perbuatan bejat ini kepada keponakannya yang masih berumur 16 tahun.

Perbuatan SA ini terungkap setelah ayah korban RA mendapat kabar anaknya sering digagahi oleh adik iparnya.

Dari informasi ini ayah korban langsung memeriksa kondisi anaknya dengan membawanya ke bidan.

"Dari pemeriksaan bidan ini, RA mendapat keterangan anaknya telah hamil. Perkiraan usia kandungannya sudah lima bulan," terang Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (31/1/2020) siang.

Menurut dia, RA tidak terima dengan kondisi anaknya sudah dalam keadaan hamil

RA kemudian melaporkan perbuatan bejat ini ke Polsek Mandau untuk pengusutan lebih lanjut.

Dari laporan ini, petugas memeriksa saksi korban dan mendapatkan informasi bahwa perbuatan cabul dilakukan oleh pamannya.

Berdasarkan keterangan korban, Polisi melakukan penangkapan terhadap SA pada hari Selasa (28/1) kemarin.

Pelaku diamankan petugas di rumahnya berada di Desa Sebangar sekitar pukul 23.00 WIB.

"Dari penangkapan ini, petugas langsung membawa tersangka ke Mapolsek Mandau dan dilakukan penahanan. Saat ini petugas masih melakukan penyedikan lebih lanjut terhadap tersangka," ungkap Kapolsek.

Perbuatan bejat terakhir kali dilakukan tersangka pada Jumat pekan lalu, sekitar pukul 14.00 WIB.

Perbuatan bejat ini dilakukan tersangka di rumahnya di Desa Sebangar.

"Pemeriksaan kita terakhir tesangka melakukan perbuatanya pada tanggal 25 Januari kemarin di rumahnya. Saat ini masih mendalami perbuatan tersangka," tandasnya.

Gadis Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Dicabuli Pacar dan Kakeknya

Seorang gadis remaja 14 tahun di Pekanbaru dicabuli pacar dan kakeknya, hal ini terungkap berawal dari terciduk mesum di rumah.

Gadis remaja itu berinisial SR dan sudah ditangani PPA kepolisian, sementara pacar korban sudah mendekam di penjara, sedangkan kakek korban buron dan sedang dikejar polisi.

Aparat kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polresta Pekanbaru saat ini sedang mencari keberadaan seorang pria tua berinisial Z.

Dia diduga sudah melakukan tindakan asusila terhadap cucunya sendiri, SR (14 tahun).

Hal ini terungkap saat SR, ditangkap basah oleh warga sedang berbuat mesum di rumah kakeknya itu, di Jalan Pemuda, Pekanbaru.

Saat itu SR tengah asyik berduaan bersama pacarnya, FR yang juga masih dibawah umur.

"Setelah diintrogasi, terungkap jika kakek korban, sudah lebih dulu mencabuli cucunya itu sejak setahun belakangan," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Jumat (3/1/2020).

Disebutkan Nandang, korban secara resmi sudah membuat laporan, pada 31 Desember 2019 lalu.

Pacar korban berinisial FR, sudah diamankan dan dititipkan di Lapas Anak pada hari ini.

"Sementara untuk kakek korban, saat ini keberadaanya masih terus dicari oleh petugas," pungkasnya.

REMAJA 14 Tahun di Riau Disetubuhi Ayah Tiri 4 Kali

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali dan usai lampiaskan nafsu pelaku ancam bunuh korban kalau menceritakan kepada orang lain.

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali itu juga disiksa pelaku sejak korban berumur 8 tahun, bahkan ibu korban juga disiksa pelaku.

Gadis remaja 14 tahun di Riau disetubuhi ayah tiri 4 kali itu berinisial AG.

AG harus menelan pil pahit karena AG harus melewati masa kanak-kanak hingga remaja dengan penuh siksaan badan maupun batin.

AG menjadi korban kekerasan oleh ayah tirinya berinisial ES (39) warga Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau.

Bukan hanya itu, selain mengalami tindak kekerasan oleh sang ayah sejak usia 8 tahun, ia juga menjadi budak nafsu setan ES.

Bahkan, ibu korban juga ikut menjadi bulan-bulanan kemarahan pelaku.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira dikonfirmasi melalui Kapolsek Bukit Kapur, AKP Tumara menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan masyarakat sekitar terkait adanya seorang anak yang menjadikan korban kekerasan ayah tiri.

Diceritakannya, perbuatan pelaku terungkap ketika korban melarikan diri dari rumahnya dan meminta pertolongan dengan warga sekitar, pada Minggu (1/12/2019) lalu.

Lebih lanjut diterangkanya, korban menceritakan kepada warga, bahwa dirinya mengalami tindak kekerasan oleh ayah tirinya.

" Korban menyatakan bahwa dirinya ditendang oleh ayah tirinya karena pelaku menyuruh korban mendorong sepeda motor yang mogok, namun sepeda motor tidak mau juga hidup pelaku emosi dan menendang bagian perutnya," katanya pada Kamis (5/12/2019).

Selain itu, tambahnya, ibu korban juga dipukul oleh pelaku menggunakan martil.

Atas cerita itu, masyarakat melaporkan kejadian itu ke Polsek Bukit Kapur.

"Menurut keterangan korban, aksi kekerasan yang dialaminya berlangsung sejak dirinya berusia 8 tahun. Ia selalu mengalami kekerasan fisik. Bahkan, korban juga sudah 4 kali disetubuhi oleh pelaku. Setiap kali usai menyetubuhi korban, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban kalau menceritakan hal tersebut kepada orang lain," ungkapnya.

Berdasarkan laporan dan keterangan korban, terangnya, Polsek Bukit Kapur lakukan pemeriksaan saksi dan korban hingga dilakukan visum et refertum.

Kapolsek mengaku, tak menunggu lama, pada hari yang sama pelaku berhasil diamankan petugas di kediamannya.

"Pelaku beserta barang bukti telah kita amankan di Mapolsek Bukit Kapur guna penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Gadis 14 Tahun Jadi Pelampiasan Nafsu Ayah Tiri

Sementara itu di Sumenep juga seorang anak gadis berusia 14 tahun menjadi pelampiasan nafsu bejat ayah tirinya AH.

Pria berusia 39 tahun memperkosa anak gadisnya di dalam kamar kosan.

Korban anak gadis berinsial NA tak bisa berbuat banyak saat sang ayah tiri minta dilayani di kosan.

Sebab, pelaku akan marah besar jika korban tak mau melayaninya.

Hal itu terjadi korban dan pelaku sedang berdua di kosan yang berlokasi di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

Aksi persetubuhan antara ayah tiri dan korban rupanya bukan hanya sekali.

Namun, sudah berulang kali korban dipaksa melayani nafsu bejatnya tersebut.

Malahan, persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku kepada gadis berusia 14 tahun itu atas sepengetahuan ibu kandung korban SBF.

Namun, sang ibu tak bisa berbuat banyak saat tau anak gadisnya menjadi korban pelampisan nafsu sang suami.

Sebab meskipun korban sudah menceritakan pada sang ibu kandungnyanya.

Ibu kandung NA lebih memilih diam dan tidak marah kepada pelaku yang tak lain suaminya.

Lantaran, sang ibu takut diperlakukan kasar oleh suaminya tersebut.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan perihal kejadian anak gadis diperkosa ayah tirinya tersebut.

Ilustrasi
Ilustrasi - GADIS Remaja 16 Tahun di Riau Disetubuhi Paman Berkali-kali, Masih Digauli Walau Sudah Hamil 5 Bulan

Menurutnya, pelaku AH saat ini sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Ia melanjutkan, pelaku diamankan pada, Rabu (20/11/2019) pukul 17.00 WIB sore.

Penangkapan tersangka setelah ada Laporan Polisi dalam kasus pencabulan nomor. LP/196/XI/2019/Jatim/ResSmp, tanggal 20 Nopember 2019.

"Terlapor atau ayah tirinya ini ditahan sesuai laporan dari saudara S (42) warga Kabupaten Sorong Papua Barat," kata Widiarti Sutioningtyas, Kamis (21/11/2019) dikutip dari TribunnewsBogor.com dari Tribun Madura (Jaringan Tribunjatim.com)

AKP Widiarti Sutioningtyas menceritakan kronologi kejadian yang menimpa anak gadis dibawah umur itu.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di rumah kos milik pelaku Agus Haryadi.

"Pada bulan oktober 2019 lalu, sekira pukul 13.30 WIB di dalam kost milik Agus Hariyadi, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep," katanya.

Menurut polisi, saat itu pelaku dan korban sedang berada di rumah kos berdua.

Ibu kandung korban sedang pergi keluara rumah.

Ia melanjutnya, modus dari ayah tiri bejat ini katanya melampiaskan nafsu biologisnya setelah nonton film dewasa di ponsel.

Setelah itu, pelaku memaksa anak gadisnya untuk melakukan hubungan intim saat hanya berdua di dalam kamar kos.

"Sedangkan saat melakukan itu istrinya sedang bekerja, di laundry yang lokasinya berada didepan kostnya," paparnya.

Menurutnya, korban bukan hanya satu kali saja disetubuhi oleh ayah titinya tersebut.

Mantan Kapolsek Kota Sumenep ini juga mengatakan, korban dipaksa melakukan persetubuhan yang dilakukan secara berulang ulang oleh ayah tirinya.

"Hal tersebut dilakukan setelah korban pulang dari sekolahnya. Terlapor ini melakukan persetubuhan terhadap korban yang disertai dengan ancaman walaupun isttinya sudah mengetahuinya," katanya.

Adanya kejadian tersebut, korban sudah bercerita kepada ibu kandungnya.

"Namun Siti Nur Faidah istrinya ini tidak bisa berbuat apa apa lantaran terlapor sering melakukan kekerasan terhadapnya," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankam berupa celana kain motif bunga bunga, baju kemeja warna abu abu motif bunga, miniset/BH warna merah muda dan celana dalan warna merah.

Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur - Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Rubby.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved