Penggemar K-Pop di AS ‘Kerjai’ Donald Trump, Ramai-ramai Daftar Kampanye, Tapi Mangkir Saat Hari H
Di arena kampanye Donald Trump di Tulsa yang berkapasitas 19.000 kursi, hanya sepertiganya yang terisi yakni sekitar 6.200 orang
Namun mundur lagi ke belakang, jauh sebelum fans K-Pop dikenal karena aktivitas politiknya, mereka sudah menggunakan media sosial untuk memopulerkan idola-idola mereka, termasuk membelanya dari kritik dan cemoohan.
Tahun lalu televisi Australia Channel Nine meminta maaf setelah ada segmen yang mengolok-olok BTS dan basis penggemarnya.
Tagar #Channel9Apologise langsung viral kala itu.
"Sebagian besar dari kita tahu bagaimana rasanya didiskriminasi, jadi saya pikir setelah melihatnya menimpa artis favorit kami, kita jadi lebih bersemangat memperjuangkan kesetaraan dan mendukung gerakan Black Lives Matter," lanjut Brouwer.
Ia merujuk ke sejumlah besar orang kulit berwarna dan orang-orang LGBT di basis massa K-Pop.
CedarBough T Saeji asisten profesor tamu di Departemen Bahasa dan Budaya Asia Timur Universitas Indiana mengatakan, fans K-Pop sangat memahami media sosial karena sudah bertahun-tahun lamanya ada di balik "peningkatan views di video, meminta lagu diputar di radio, atau mempromosikan lagu baru."
Di tengah kritik lama bahwa industri K-Pop telah mengeruk keuntungan dari budaya Afrika-Amerika, kebangkitan gerakan Black Lives Matter membuat semakin banyak artis Korea menunjukkan kepeduliannya.
Rapper pH-1 dan Jay Park telah menyumbang untuk gerakan Black Lives Matter dan George Floyd Memorial Fund.
Kemudian penyanyi Korea Lee Chae-rin atau yang lebih dikenal dengan nama panggung CL, juga memberi donasi dan mengunggah caption panjang di Instagram tentang pentingnya mendukung Black Lives Matter.
"Artis, sutradara, penulis, penari, desainer, produser, stylist di industri K-Pop semuanya terinspirasi oleh budaya kulit hitam terlepas mereka mengakuinya atau tidak," tulis CL.
"Kita harus berdiri dan membantu mereka memperjuangkan keadilan."
Lalu untuk penggemar seperti Agbakoba, solidaritas dan apresiasi terhadap keragaman adalah kunci daya tarik K-Pop. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kampanye Trump Kena "Prank" Penggemar K-Pop, Apa Motifnya?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bok-center.jpg)