Nyata! Inilah Putra Singgulung dan Putri Singgulung, 2 Ekor Harimau yang Diduga Pernah Hadang Warga
Kedunya sudah berada di lokasi yang aman untuk kesehatan. Mereka adalah Putra Singgulung dan Putri Singgulung
Sebelumnya satu ekor harimau betina yang tertangkap pada tanggal 13 Juni 2020 lalu juga sudah dibawa ke PR-HSD di Dharmasraya.
Catrini Kubontubuh yang dihubungi Senin siang menuturkan harimau yang baru dievakuasi tersebut masih dalam perjalanan ke PR-HSD.
"Nanti, kalau sudah sampai di PR-HSD saya berkabar ya," ucapnya.
Ia mengatakan hingga sore hari ini belum dapat kabar kedatangan Harimau Sumatera yang kembali tertangkap oleh perangkap BKSDA Resor Solok.
Diberitakan sebelumnya, satu ekor harimau sumatera (Pantera trigis sumatrae) kembali tertangkap di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).
Harimau tersebut masuk ke dalam kerangkeng atau perangkap dari besi di Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).
Kapolsek Kubung, AKP Afdimon saat dihubungi TribunPadang.com membenarkan adanya harimau tertangkap lagi.
Ia mengatakan harimau tersebut diduga merupakan kawanan dari harimau sumatera yang sebelumnya telah tertangkap terlebih dulu.
"Harimau itu diketahui telah berada di dalam perangkap pada hari ini, warga yang menemukan," katanya, Minggu (28/6/2020).
Kemudian datang tim BKSDA, Bhabinkamtibmas, pawang harimau, dan masyarakat lainnya juga datang.
"Untuk Bhabinkamtibmas, kita melakukan giat pengamanan evakuasi terhadap harimau tersebut. Namun, terkendala dikarenakan tim medis dokter hewan tidak hadir," sebutnya.
Kegiatan akan dilanjutkan besok pagi, hal itu mengingat situasi dan kondisi yang kurang kondusif.
"Karena, diduga masih ada satwa harimau satu lagi masih berkeliaran di sekitar lokasi pemasangan perangkap. Dan, sambil menunggu tim medis dokter hewan tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan untuk saat ini belum diketahui pasti apakah harimau tersebut anak atau induknya.
Diberitakan sebelumnya, jejak kaki harimau tak lagi ditemukan di Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumbar.
Meski demikian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Solok tetap memasang kerangkeng atau perangkap besi untuk menangkap harimau tersebut.
Diketahui, di lokasi tersebut terdeteksi ada sebanyak tiga ekor harimau, yang terdiri dari satu induk dan dua anak.
Baru-baru ini, satu ekor berhasil ditangkap, yakni seekor anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/harimau-sumatera-corina.jpg)