Breaking News:

Polisi Gagal Bertemu Pelaku, Kapolres Siak Datang ke Lokasi Ilegal Logging Penyangga TN Zamrud

Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya memimpin langsung tim Polres Siak untuk penyelidikan atas dugaan terjadinya praktik ilegal logging

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Kapolres Siak berdiri di atas gelondongan kayu diduga hasil ilegal loging di Sungai Rawa, penyangga TN Zamrud, Minggu (12/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Personel Polres Siak yang ikut ekspedisi menyusuri Sungai Rawa ke Taman Nasional (TN) Zamrud, Sabtu (11/7/2020) mendapati gelondongan kayu dan pondok-pondok pelaku ilegal loGging.

Hal tersebut menjadi catatan dan dilaporkan ke Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya.

"Dari laporan tersebut kita langsung turun ke TKP pada hari Minggu (12/7/2020). Kita melihat adanya gelondongan kayu dan sejumlah peralatan yang digunakan," kata AKBP Doddy, Senin (13/7/2020).

AKBP Doddy pimpin langsung tim Polres Siak untuk penyelidikan atas dugaan terjadinya praktik ilegal logging itu. Ia menyebut lokasinya berada di Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit.

Ada Aktivitas Ilegal Loging di Hutan Penyangga Taman Nasional Zamrud, Begini Kata Kepala BBKSDA Riau

Masyarakat Harus Tahu, Inilah Kriteria Pasien yang Harus Membayar Rapid Tes Senilai Rp 150 Ribu

Cek Ramalan Zodiak Besok Selasa 14 Juli 2020, Aries Nostalgia Bikin Bahagia, Taurus Hindari Argumen

"Ya ini berawal dari laporan personel kita yang melakukan ekspedisi bersama rombongan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA ) Riau dan Bupati Siak yang menyusuri sungai dari Kampung Rawa Mekar Jaya menuju Taman Nasional Danau Zamrud.”

“ Personel kita melihat gelondongan kayu mengapung di sungai pada saat rombongan melintas setelah beberapa jam perjalanan," kata dia.

Karena itu ia langsung membentuk tim dan bergerak cepat ke TKP. Ia menempuh perjalanan sampan mesin kurang lebih 1,5 jam untuk mencapai lokasi itu.

Ia menemukan tumpukan kayu bulat jenis mahang yang masih berada di pinggir sungai dan sebagian sudah dirakit, siap untuk ditarik.

"Dari titik koordinat lokasi tersebut merupakan Hutan Produksi Terbatas ( HPT ). Di lokasi kita tidak menemukan satu orang pun terduga pelaku," kata dia.

Selain kayu mahang gelondongan pihaknya juga mengamankan beberapa alat yang diduga digunakan pelaku.

Seperti jeriken yang berisi bensin pertalite yang diduga untuk minyak mesin chain saw (mesin untuk menebang kayu) dan tali yang diduga digunakan pelaku untuk mengikat kayu -kayu tersebut.

AKBP Doddy juga menuturkan, tim dari Polres Siak dan Polsek Sungai Apit sampai saat ini masih melakukan penyelidikan di lapangan.

Sebab belun ditemujan tentang siapa dan keberadaan para pelaku.

"Untuk sementara kita sudah mengumpulkan bahan keterangan dan mengamankan beberapa barang sebagai bukti serta berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait. Kita akan terus selidiki dan tangkap para pelaku," tegas Doddy.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved