Breaking News:

Inilah Dua Solusi Ridwan Kamil Merespon Meningkatnya Warga Miskin di Jawa Barat

Ridwan Kamil merespon terkait dengan meningkatnya warga miskin. Ada dua solusi yang diberikan Gubernur Jawa barat tersebut

Editor: Budi Rahmat
KOMPAS.COM
Gubernur Jabar Ridwan Kamil 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Gubernur Jawa Barat, Ridwan kamil merespon terkait dengan bertambahnya jumlah Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Jawa Barat.

Angkanya mengalami kenaikan sekitar 544.3000 jiwa, dari 3,38 juta jiwa (6,82 persen) pada September 2019 menjadi 3,92 juta jiwa (7,88 persen) pada Maret 2020.

Angka tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik Jawa Barat merilis pada Maret 2020.

Terawangan Denny Darko Soal Nasib Laudya Chyntia Bella Usai Bercerai, Sudah Move On?

VIDEO: 4 Orang Saksi Beri Keterangan Dalam Sidang Kasus Bupati Non Aktif Amril Mukminin

Lindungi Pengguna dan Mitra, Gojek Pasang Sekat Pelindung di Armada GoCar Pekanbaru

Terkait dengan angka tersebut,  Ridwan Kamil mengaku tak terkejut.

Menurutnya pandemi Covid-19 berdampak pada semua lini kehidupan.

Ia menuturkan, penambahan jumlah warga miskin baru di Jabar berasal dari 40 persen warga rawan miskin yang terdampak Covid-19.

"Pertama tidak kaget, oleh Covid-19 semua terdampak. Jadi si miskin baru itu dia datang dari perbatasan. Kan dulu miskin lamanya 25 persen, yang rawan miskin itu di 40 persen gara-gara Covid-19 jatuh ke kelompok itu," ujar Emil, sapaan akrabnya di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Emil mengatakan, Pemprov Jabar telah berupaya menyiapkan langkah antisipasi agar jumlah warga miskin tak bertambah.

Salah satunya, menyiapkan program jaring pengaman sosial sebagai instrumen meningkatkan daya beli.

"Nah solusinya dua. Satu bansos, kedua sudah 50.000 yang miskin baru ini yang dipekerjakan. Ada datanya, melalui pembangunan padat karya di desa. Jadi itu strategi kedua yang jatuh (warga kelompok miskin baru), agar diserap untuk proyek padat karya," ungkapnya.

"Minimal selama Covid-19 dengan dana belanja pemerintah sampai Desember dia bisa hidup menjadi karyawan atau buruh dari pekerjaan fisik yang padat karya. itu salah satu yang konkret, kalau butuh data nanti saya kasih," jelasnya.

Seperti diketahui, selain adanya peningkatan jumlah warga miskin baru di Jabar, BPS juga merilis data garis Kemiskinan (GK) Jawa Barat mengalami peningkatan sebesar 2,82 persen dari Rp. 399.732,- per kapita per bulan pada September 2019 menjadi Rp. 410.988,- per kapita per bulan.

Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan. Secara total peran komoditi makanan GK sebesar 73,43 persen. Angka ini naik jika dibanding keadaan September 2020 yang sebesar 73.23 persen.

Banyak Remaja Terjaring Razia Karena Ngamar di Hotel, Menurut KPAI 2 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Ajak Adik Ipar Masuk Kamar, Katanya Mau Membicarakan Hal Serius, Taunya Dicabuli Pelaku

Masuk Hari ke 3, Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Kuantan Sejak Selasa Sore Masih Dilanjutkan

Gini Ratio Jabar

Sementara nilai gini ratio mengalami peningkatan yakni dari 0,398 menjadi 0,403. Jika dilihat berdasarkan wilayah, nilai gini ratio di perkotaan maupun perdesaan menunjukkan kecenderungan meningkat.

Gini ratio di perkotaan naik menjadi 0,412 dari 0,408 pada periode sebelumnya begitu pula di perdesaan mengalami kenaikan dari 0,318 menjadi 0,325.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Warga Miskin di Jabar Naik 500.000 Jiwa Selama Pandemi, Ridwan Kamil Tidak Terkejut

Terawangan Denny Darko Soal Nasib Laudya Chyntia Bella Usai Bercerai, Sudah Move On?

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved