Belajar Tatap Muka di Zona Kuning
Bupati Kuansing Riau Setuju Penerapan Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi Covid-19
Bupati Kuansing Mursini setuju belajar tatap muka saat pandemi Covid-19, demikian diungkapkan Sekretaris Disdikpora Kuansing, Masrul Hakim
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Nurul Qomariah
Beberapa waktu lalu, pihaknya memang berkeliling sekolah memantau sarana dan prasarana bila sekolah tatap muka diterapkan.
"Sekolah kita (di Kuansing) sebenarnya siap untuk menggelar tatap muka," kata Masrul.
Sarana dan prasarana yang sudah tersedia untuk sekolah tatap muka tersebut seperti westafel tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Begitu juga thermal gun.
"Itu kemarin untuk persiapan new normal. Sudah kita cek kesiapan sekolah. Tapi pas mau diterapkan, Kuansing keburu ada kasus positif," katanya.
Di Kuansing sendiri, proses pembelajaran jarak jauh secara daring atau online, tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.
Sebab hanya sedikit sekolah yang bisa menerapkan pembelajaran secara daring.
Dari data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, dari 244 sekolah dasar yang ada, hanya 26 sekolah dasar yang bisa menerapkan pembelajaran secara daring. Sisanya, luring.
Data dari Disdikpora Kuansing, hanya beberapa kecamatan saja yang sekolah SMP-nya semuanya daring.
Seperti kecamatan Kuantan Tengah ada 8 sekolah, Cerenti ada 3 sekolah, Singingi 7 sekolah, Kuantan Hilir ada 4 sekolah, Logas Tanah Darat ada 5 sekolah.
Sedangkan kecamatan yang semua sekolahnya menggelar luring yakni Inuman 3 sekolah, Pangean ada 6 sekolah, Benai 5 sekolah, Kuantan Hilir Seberang 3 sekolah, Hulu Kuantan 3 sekolah.
Kecamatan lainnya yakni Kecamatan Kuantan Mudik ada 4 sekolah dimana 2 sekolah secara daring dan 2 lainnya luring.
Kecamatan Sentajo Raya 5 sekolah luring dan 2 lainnya daring. Gunung Toar, 3 sekolah luring dan 1 sekolah daring.
Jaringan internet yang belum bagus diseluruh pelosok di Kuansing menjadi salah satu penyebab hanya sedikit sekolah bisa menggelar sekolah daring. Selain itu, ada pelajar yang tidak memiliki gawai.
( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan )