KISAH 19 Anak Yatim dan Piatu serta Miskin dan Duafa Tidur Beralas Tikar dan Kadang Direndam Banjir
Anak-anak di sini ada yang yatim, ada juga piatu. Usianya yang paling kecil 4 tahun, dan yang besar sudah masuk SMA. Bagaimanapun kami bersyukur
Penulis: Alex | Editor: Nolpitos Hendri
Tapi untuk biaya sekolah mereka yang masih kurang.
Apalagi ada yang masuk TK, SD, dan juga SMP.
Kemudian untuk transportasi mereka, karena kurang uangnya terpaksa, saya jemput ke sekolah bergantian dengan sepeda motor" tuturnya.
Pemilik rumah dikatakan Ibrahim sebenarnya tidak mempermasalahkan jika mereka membangun mushalla di area komplek rumah petak tersebut.
Hanya saja dikatakan Ibrahim pihaknya belum ada biaya sama sekali untuk membeli bahan-bahan untuk membangun mushalla tersebut.
"Kita boleh bangun mushalla di sini, tapi kami terkendala untuk biaya pembangunannya," tuturnya.
Panti asuhan tersebut juga tidak mendapatkan bantuan dari dinas sosial.
Dikatakan Ibrahim, syarat untuk bisa mendapatkan bantuan sosial tersebut salah satu syarat utamanya adalah anak harus berjumlah 35 anak.
Sementara, anak-anak di sana jumlahnya baru 19 orang.
"Sebenarnya cukup banyak juga yang minta ditampung di sini, tapi kita terbatas tempat.
Andai saja tempatnya lebih luas, tentu akan tampung.
Apalagi kalau anaknya banyak, kami bisa dapat bantuan dari dinas sosial," ulasnya.
Namun demikian, dikatakan Ibrahim, pihaknya tetap berupaya untuk terus berbenah dan akan menerima anak-anak baru nantinya.
"Selain yatim dan piatu, kami juga menerima anak miskin dan duafa.
Walau tidak tinggal di sini, bisa dijemput antar oleh orangtuanya," tuturnya.
Bagi dermawan yang ingin menyambangi langsung dan memberikan bantuan panti asuhan tersebut, bisa datang langsung ke lokasi tersebut, dengan contact person +62 821-7102-7833. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)