Breaking News:

Parah saat India Terapkan Pajak Area Dada Buat Wanita, Katanya Makin Besar Pajaknya Makin Gede

praktik yang dianggap satu di antara praktik pajak terburuk dan paling menjijikkan pernah terjadi di India, bahkan tidak bayar tak boleh ditutup

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pernahkah terpikirkan oleh perempuan bahwa payudara mereka akan dikenakan pajak?

Dan nilai pajaknya tergantung seberapa besar ukuran payudara.

Makin besar ukuran payudara maka makin besar pula pajaknya.

Praktik ini dilakukan sekitar tahun 1.800-an.

Tentu saja, praktik nyeleneh yang dinilai hanya melecehkan perempuan sudah lama dihapus.

tribunnews
()Foto perempuan India bertelanjang dada yang diambil sekitar tahun 1800an. Perempuan India bertelanjang dada bukanlah budaya di sana namun karena dipaksa oleh penguasa dan payudara mereka dijadikan objek pajak.

 Pengakuan Model Cantik Gila Harta : Lalu Apa Gunanya Menikah Dengannya?

 Bocah Kelas 6 SD Tenggak Miras, Jatuh Lalu Tewas, Teman-temannya Ketakut dan Tinggalkan sang Kawan

Apalagi akibat pajak ini, muncul pemberontakan besar di India saat itu.

Dikutip eva.vn, Minggu (9/8/2020), pajak dada perempuan diberlakukan oleh Raja Travancore, satu dari 550 negara bagian di India selama masa kolonial Inggris.

Negara bagian ini sekarang bernama Kerala.

Oleh karena itu, perempuan dari kelas bawah tidak akan diizinkan untuk menutupi payudara mereka dan bila ngotot memakai penutup dada, mereka akan dikenakan pajak yang tinggi.

Pejabat kerajaan raja akan pergi dari rumah ke rumah, mengumpulkan pajak payudara dari perempuan kelas bawah dan masa puber.

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved