Breaking News:

Densus 88 Amankan 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau, Disebut-sebut Jaringan Jamaah Anshorut Daulah

Polres Kampar keluarkan rilis terkait adanya peristiwa penangkapan terduga teroris di Kampar.

PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA
densus 88 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Polres Kampar keluarkan rilis terkait adanya peristiwa penangkapan terduga teroris di Kampar.

Rilis tertulis ini disampaikan Kasubag Humas Polres Kampar, Iptu Deni Yusra melalui pesan Whats App Group, Rabu (12/8/2020) malam.

Disampaikan, rilis ini dikeluarkan atas persetujuan tim yang terlibat.

Rilis tertulis ini dikeluarkan sehari setelah pernyataan Polda Riau bahwa pihak kepolisian melakukan penangkapan teroris di Kampar.

Dalam rilis itu dijelaskan Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama Jajaran Polda Riau dan Polres Kampar kembali mengamankan 5 orang terduga teroris, kelima orang ini diamankan, Selasa (11/8/2020) di wilayah Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar.

Penangkapan para terduga teroris oleh Tim Densus 88 bersama Jajaran Polda Riau dan Polres Kampar ini dilakukan dalam waktu yang hampir berdekatan, kelimanya merupakan warga asli Kabupaten Kampar, yaitu SU, TJ, SY, LR dan TW.

Para terduga teroris yang diamankan aparat Kepolisian ini semuanya tergabung dalam jaringan teror Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

IDI Bali Apresiasi Penetapan Tersangka dan Penahanan Jerinx SID oleh Polda Bali

BAHAYA, TikTok Diam-Diam Curi Data Pengguna, Wajar Donald Trump Larang Aplikasi Buatan China Itu

Pelanggan IndiHome Mengeluh Susahnya Berhenti Langganan, Ombudsman Buka Kanal Pengaduan, Laporkan!

Jaringan ini menganggap sistem negara demokrasi adalah kafir sehingga pada saat Pilpres tahun 2019 lalu, sebagian kelompok ini merusak baliho dan bendera salah satu Parpol di Kabupaten Kampar dengan cara merobeknya.

Penangkapan terduga teroris ini karena keterlibatannya dalam menyembunyikan dan memberikan fasilitas terhadap DPO (Daftar Pencarian Orang) terkait Tindak Pidana Terorisme yaitu NW, yang lebih dulu ditangkap Tim Densus 88 di rumah kontrakannya di Perawang pada, Sabtu (1/8/2020) lalu.

NW sebelumnya terlibat kasus Tindak Pidana Terorisme, terkait pembuatan bahan peledak dan perencanaan amaliyah untuk meledakkan bom bunuh diri di gereja - gereja yang ada di Kota Pekanbaru, bersama dengan 4 orang rekannya, yaitu AZ, ZZ, AM dan KH yang diamankan 21 Juni 2020 lalu.

Berdasarkan pengakuan tersangka (NW), bahwa ia akan melakukan amaliyah dengan cara meletakan Bom di Gerobak Cilok yang biasa digunakannya untuk berjualan, kemudian akan meledakan bom bunuh diri di Markas Kepolisian Polres Kampar, namun sebelum mereka beraksi, Tim Densus 88 berhasil mengetahui rencana mereka dan mengamankan para pelaku.

( Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Ruby )

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved