Jumat, 17 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hai Pria, Hindarkan 8 Poin ini Agar Gairah Seks Wanitamu Tetap Tinggi

Jarang merasakan hasrat seks atau merasa terganggu dengan berkurangnya fantasi seks tersebut juga bisa menjadi gejala penurunan libido pada wanita

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ada beragam penyebab gairah seksual pada wanita bisa turun, sehingga biasanya tidak tertarik untuk berhubungan badan dengan pasangan, termasuk melakukan masturbasi.

Memahami berbagai penyebab penurunan Libido ini bisa jadi penting untuk mencegah timbulnya masalah dalam hubungan, termasuk mengatasi persoalan yang mendasarinya.

Jarang merasakan adanya hasrat seks atau merasa terganggu dengan berkurangnya fantasi seks tersebut juga bisa menjadi gejala penurunan libido pada wanita.

Berikut ini adalah ragam penyebab hasrat gairah seks wanita bisa turun yang perlu diketahui:

1. Kurang tidur

Sebuah studi pada 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa, bagi wanita, lebih banyak tidur menyebabkan tingkat hasrat seksual yang lebih tinggi dan gairah yang lebih baik keesokan harinya.

Faktanya, hanya satu jam tambahan waktu tidur dikaitkan dengan peningkatan 14 persen kemungkinan seorang wanita akan melakukan aktivitas seksual dengan pasangan.

Dengan demikian, kurang tidur dikaitkan dengan penyebab gairah seks pada wanita turun.

Jika Anda memiliki masalah denga tidur, dapat memanfaatkan memperbaiki gaya hidup atau mengonsumsi obat-obatan tertentu resep dari dokter.

2. Bermasalah

Melansir Self, masalah dalam suatu hubungan bisa membuat wanita kesulitan untuk mendapatkan mood.

Selain itu, lamanya menjalin hubungan juga dapat memengaruhi penurunan gairah seks pada wanita.

Di mana, di awal hubungan, wanita bisa memiliki libido yang tinggi terhadap pasangan, kemudian menurun seiring berjalannya waktu.

Kondisi ini terbilang normal terjadi. Untuk mengatasi penyebab penurunan gairah seks ini, Anda perlu menyelesaikan masalah yang terjadi dan melakukan hal-hal baru bersama pasangan.

Anda mungkin juga akan membutuhkan bantuan psikolog atau ahli untuk mengatasi masalah rumah tangga atau dengan pasangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved