Jumat, 17 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

10 Orang Tewas Sia-sia Cuma Gara-gara Sapi, Ingin Tahu Ceritanya? Simak Artikel berikut Ini

Bentrokan maut tak terelakkan antara pengembala dengan petani di Chad Selatan pada pekan lalu

Editor: Nurul Qomariah
Shutterstock
Ilustrasi sapi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hanya gara-gara seekor sapi yang hilang, akhirnya memicu bentrokan dan menewaskan 10 orang.

Bagaimnaa kisahnya hingga terjadi insiden ini? Simak ceritanya berikut ini.

Bentrokan maut tak terelakkan antara pengembala dengan petani di Chad Selatan pada pekan lalu.

Sebanyak 10 orang tewas akibat bentrokan tersebut.

Sanggup Uji 1.500 Sampel Per Hari, Kapasitas Uji Laboratorium Biomolekuler Riau Ditingkatkan

Sukses Ungkap Peredaran Narkoba di Rutan,11 Personil Sat Narkoba Polres Inhu Riau Diberi Penghargaan

Mau Dapat Diskon hingga 50 Persen? Kunjungi Store Informa Living World Pekanbaru

Kantor berita AFP Minggu (30/8/2020) mewartakan, jaksa penuntut setempat menjelaskan, bentrokan terjadi karena ada pengembala yang kehilangan seekor sapi.

Hasil penelusuran, sapi tersebut berada di sebuah ladang pertanian.

Lalu, para pengembala mengirim satu orang untuk mengambil dan membawa pulang sapi tersebut.

Tapi, ia malah pulang tinggal nama karena dibunuh.

Para petani lalu menyerang para penggembala lainnya di hari pemakaman korban.

Bentrokan antara petani yang menetap di sana dan penggembala Arab nomaden pun terjadi.

Banyak dari mereka yang bersenjata.

Insiden ini dilaporkan AFP makin memburuk di Sahel, daerah yang gersang dan konflik perebutan lahan sering terjadi.

Sebagian besar insiden terjadi ketika penggembala, yang terkadang melintasi perbatasan dari Sudan, mengarahkan ternak mereka ke ladang petani.

Hewan-hewan itu lalu menginjak-injak tanaman dan akhirnya memicu konfrontasi antara kedua kelompok.

"Sebanyak 10 orang tewas termasuk utusan penggembala yang dikuburkan," kata Brahim Ali Kolla jaksa penuntut di Moundou, kota terbesar kedua di Chad.

Semua korban tewas adalah dari pihak penggembala Arab nomaden, tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved