Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Wan Yunus Paparkan Siak Bangkit pada Webinar Apkasi dan LTKL

Kegiatab Webinar itu ditaja Apkasi bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) beserta mitra kolaborator lainnya.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ilham Yafiz
Tangkapan layar webinar
Manajer Pengelolaan Pengetahuan Madani Berkelanjutan Angelia Putri (kiri) memandu Webinar Maju: Ekonomi jalan terus, yang digelar Apkasi dan LTKL, Rabu (2/9/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Indonesia sedang diuji dengan krisis yang datang silih berganti. Banjir, kebakaran hutan dan lahan, longsor, hingga pandemi Covid-19 mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan.

"Namun, krisis sejatinya mengajarkan kita untuk belajar lebih adaptif dan responsif," Sarman Simanjorang,
Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) pada pembukaan Webinar yang Tribunpekanbaru.com ikuti, Rabu (2/9/2020).

Kegiatab Webinar itu ditaja Apkasi bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) beserta mitra kolaborator lainnya. Mereka merangkum inovasi dan rekomendasi strategis dari berbagai sektor, keilmuan, dan lokasi.

"Ini sebagai upaya kami menyebarkan cerita baik untuk bertahan dan pulih dalam masa krisis seperti sekarang," kata dia.

Webinar ini bertemakan MAJU: Ekonomi Lestari Jalan Terus, Strategi Bertahan dan Pulih di Masa Pandemi. Webinar ini dipandu Anggelia Putri, Manajer Pengelolaan Pengetahuan Madani Berkelanjutan.

Pada Webinar ini, Kepala Bappeda Siak Wan Yunus didapuk sebagai pemantik diskusi. Ia bersanding bersama Direktur Riset dan kampanye Hutan Kita Institut, Adiosyafri dan Direktur Eksekutif IBCSD Indah Budiani.

Pembicara kunci pada Webinar ini adalah Sony Keraf, Pakar Etika Lingkungan Hidup, Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin dan Ketua Umum LTKL, Joko Tri Haryanto peneliti Madya BKF Kemenkeu RI dan Najmul Akhyar, Bupati Lombok Timur dan Sekjen Apkasi.

Sedangkan pembicara adalah Eka Chandra Buana, Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Kementrian PPN/Bappenas, Indra Darmawan, Direktur Fasilitas Promosi Daerah BKPM, Cyntia Maharani, Analis Penelitian Iklim untuk Climate & Forest WRI Indonesia dan Fitrian Ardiansyah, Ketua Dewan Eksekutif Institut Dagang Hijau.

Pada Webinar ini, Wan Yunus memantik pembicaraan dengan upaya Siak bangkit secara ekonomi di saat pandemi Covid 19. Ia mengatakan, pada awal masa pandemi, membuat masyarakat terkejut karena tidak bisa produktif. Masyarakat diminta berada di rumah dan kebutuhan pokoknya disuply pemerintah.

"Setelah masa PSBB yang ketat, Siak menerapkan disilplin terhadap protokol kesehatan lebih ketat. Kemudian mengajak mesyarakat agar kembali beraktivitas dan produktif namun aman dan penularan Covid 19," kata Wan Yunus.

KPU Riau Perbolehkan Bapaslon Pilkada yang Dinyatakan Positif Covid-19 Tak Hadir Saat Pendaftaran

Ada Yosi Project Pop di Proyek Siberkreasi Kemen Kominfo, Legislator Tanya Kebijakan Tersebut

Ia mengakui terjadinya perubahan pada tatanan baru kehidupan membuat banyak orang kurang mampu adaptif. Dalam konteks ini, pemerintah hadir untuk meyakinkan masyarakat agar mampu adaptif dengan keadaan namun dengan gerakan kolaboratif.

"Saat ini sudah terlihat kebiasaan baru untuk memasarkan produk UMKM," kata dia.

Selain itu, Siak juga sudah melakukan pertanian ramah gambut, dengan produk lokal yang bangkit. Komoditas pertanian ramah gambut ini mulai meningkat dan terus dikembangkan.

"Visi Siak hijau, di mana aktivitas masyarakat tetap jalan namun tidak mengganggu ekosistem lingkungan juga tetap berjalan," kata dia.

Wan menjawab pertanyaan moderator terkait untungnya kalau pemkab me dorong program lestari. Ia menjawab bahwa ekonomi lestari sangat menguntungkan, sebab masing-masing daerah mempunyai keunggulan.

"Siak juga punya program satu kampung satu produk, ini menjadi prioritas pembangunan ekonomi kerakyatan," kata dia.

Sementara Sonny Keraf memaparkan, pemerintah daerah harus didorong untuk membangun ekonomi lokal, dengan orientasi swasembada pangan.

"Pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan menghandalkan kekuatan rakyat setempat. Jadi mengutamakan masyarakat," kata dia.

Ia mengajak masing-masing Pemda mengidentifikasi potensi-potensi lokal, kemudian membantu persoalan -persoalannya yang terjadi.

"Apakah problemnya modal atau teknologi, pemerintah masuk di sana. Intinya pemenuhan kebutuhan pokok daerah dengan potensi masyarakat," katanya.

BREAKING NEWS: Hari Ini Seluruh Anggota DPRD Riau Uji Swab, usai Seorang Legislator Positif Covid-19

Rebutan Batu Meteor Terjadi Setelah Gejala Alam 19 Agustus Lalu, Dijual Bisa Kaya Mendadak

Jika masyarakat tidak mempunyai teknologi tepat guna maka carikan solusinya, sehingga daerah tidak boleh lagi bergantung dari luar. Kemudian pemberdayaan UMKM serta membantu proses hilirisasi produk UMKM.

Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD justru mengatakan, banyak sekali tantangan di masa pandemi. Seperti banyaknya karyawan di PHK, adanya pembatasan sosial, ada pabrik yang tutup dan lain lain.

"Kalau lingkungan tidak lestari, bisnis tidak ada apa -apanya. Business for nature, bukan nature for business," kata dia.

Indra Darmawan, Direktur fasiltas promosi daerah BKPM menekankan bahwa konsumen berubah perilakunya pada saat pandemi. Strategi bertahan di masa Covid 19 dan bangkit setelah pandemi.

Beberapa poin yang menjadi penekannya adalah menjemput yang baru dan menemani yang lama, Built to last vs built to adopt, mendorong investasi di sektor kesehatan, gunakan teknologi untuk bertumbuh bukan untuk menggantikan orang, temukan hidden opportunities melalui peningkatan pengembangan produk lokal dan pemberdayaan masyarakat lokal, sambut budaya dan perilaku yang dipekenalkan oleh Covid 19.

Webinar yang berlangsung pada Rabu -Kamis (2-3/9/2020) itu membahas 4 topik, bersama 28 pejuang lestari dan 43 mitra gotong rotong LTKL dan Apkasi. Kabupaten Siak merupakan salah satu anggota LTKL dengan program unggulan Siak Hijau.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved