Jumat, 1 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria Lulusan IT Ini Jadi Pembunuh Berantai, Hal Ini yang Membuat Dia jadi Ganas

Bukannya menurut, namun ia masih saja sempat-sempatnya menyogok polisi dengan sejumlah uang.

Tayang:
Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
tribun
pembunuhan warga singapura 

Aparat mengungkapkan bahwa Srivastava melakukan pembunuhan dengan cara kejam, di mana dia pernah menembakkan 32 peluru ke pembunuh ayahnya.

Kemudian, dia juga pernah duduk di atas jenazah korbannya selama tiga jam, di mana setiap lima menit dia akan menembak.

"Sejauh ini sejak 2003, dia mengaku sudah melakukan 20 pembunuhan tanpa menunjukkan rasa ampun sedikit pun," jelas polisi senior.

AHOK Resmi Cabut Laporan Pencemaran Nama Baik, Pelaku yang Sandingkan Ahok dengan Binatang Menyesal

Usung Desain dan Fitur Identik dengan Oppo A53, Oppo A33 Dibanderol Lebih Murah Rp 500 Ribu

 

Ditembak 32 kali

Srivastava disebut menuntaskan pendidikan S2-nya di jurusan Aplikasi Komputer di Universitas Jamia Milia Islamia, kampus bergengsi di New Delhi.

Berdasarkan keterangan si pembunuh berantai, hidupnya sebagai pakar IT berjalan begitu baik hingga sang ayah menjadi korban pembunuhan.

Sebelum masuk ke dunia kejahatan, dia merupakan staf di salah satu perusahaan konsultasi teknologi dan menerima gaji besar.

Setelah satu tahun, dia berhasil menemukan orang yang membunuh ayahnya, Pappu Khan, di mana dia ditembak hingga 32 kali.

Dikatakan bahwa si pembunuh profesional sudah melenyapkan nyawa lima dari enam orang yang diduga terlibat dalam kematian ayahnya.

Pengakuan Istri Pembunuh Berantai

Kisah lainnya, mantan istri terpidana pembunuh berantai Perancis mengakui, benar suaminya dulu telah menculik, memperkosa, dan membunuh seorang gadis sekolah yang hilang 17 tahun lalu.

Ia berkata demikian melalui pengacaranya pada Jumat (21/8/2020), dalam kabar terbaru dari salah satu kasus paling terkenal di Perancis yang belum terpecahkan.

 

Ilustrasi tergeletak.
Ilustrasi tergeletak. (www.grid.id)

Monique Olivier mantan istri pembunuh berantai Michel Fourniret memberikan kesaksian kunci pada November tahun lalu.

Kemudian pada Januari dia mengatakan, mantan suaminya bersalah atas pembunuhan siswi Sekolah Dasar (SD) Estelle Mouzin yang berusia 9 tahun.

Fourniret lalu mengakui perbuatannya pada Maret 2020.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved