Pesuruh Menang Pilkada Lawan Atasannya, Awalnya Dipasang untuk Gantikan Kotak Kosong
Namun akhirnya, ternyata perempuan tukang sapu itu menang dalam pemilihan kepala desa di Rusia
"Ini salah satu ancaman yang sangat kami fokuskan dan khawatirkan jelang pemilihan umum November di AS," ujar Facebook.
Tiga jaringan yang dihapus Facebook itu belum terlihat terlibat dalam upaya tersebut atau secara langsung menargetkan pemilu AS 2020.
Namun, mereka terhubung dengan aktor yang berkaitan dengan campur tangan pemilu AS di masa lalu, termasuk aktor yang terlibat dalam DC Leaks pada 2016.
Rincian Operasi 3 Jaringan
Pada jaringan pertama, Facebook menghapus 214 pengguna Facebook, 25 halaman, 18 grup Instagram, dan 34 akun Instagram.
Kegiatan ini berasal dari Rusia, fokusnya di Suriah dan Ukraina.
Mereka menggunakan akun palsu untuk membuat persona fiktif yang rumit di banyak layanan internet dan menyamar sebagai jurnalis untuk menghubungi organisasi berita.
Mereka juga mengaku sebagai penduduk lokal di negara yang menjadi target.
Mereka mempromosikan konten yang terkait dengan dugaan kebocoran informasi yang membahayakan di masa lalu.
Orang-orang di belakang kampanye ini membuat posting dalam banyak bahaya, termasuk Inggris, Ukraina, Rusia, dan Arab.
Isi kampanyenya antara lain perang saudara Suriah, politik dalam negeri Turki, dan masalah geopolitik di kawasan Asia Pasifik.
Pada jaringan kedua, Facebook menghapus satu laman, lima akun Facebook, satu grup Facebook, dan tiga akun Instagram.
Jaringan kecil ini berasal dari Rusia, utamanya di Turki dan Eropa, juga AS.
Operasi ini mengandalkan akun palsu dan mengarahkan orang ke situs mereka yang diklaim sebagai think-tank independen berbasis di Turki.
Akun ini menyamar sebagai penduduk lokal yang berbasis di Turki, Kanada, dan AS.