Pesuruh Menang Pilkada Lawan Atasannya, Awalnya Dipasang untuk Gantikan Kotak Kosong
Namun akhirnya, ternyata perempuan tukang sapu itu menang dalam pemilihan kepala desa di Rusia
Mereka juga merekrut orang untuk menulis di situs web mereka.
Posting yang mereka keluarkan di luar platform utamanya dalam bahasa Inggris dan Turki.
Isinya, berita global dan peristiwa terkini yang relevan dengan negara sasaran.
Informasi yang mereka sebarkan termasuk pemilihan lokal, konspirasi geopolitik, pemilihan presiden dan parlemen di Hong Kong, Spanyol, Inggris Raya, dan AS.
"Meski orang-orang di balik aktivitas ini berusaha menyembunyikan identitas dan koordinasi mereka, penyelidikan kami menemukan tautan ke individu yang terkait dengan aktivitas masa lalu oleh Badan Riset Internet Rusia (IRA)," tulis Facebook.
Sementara, pada jaringan ketiga, Facebook menghapus 23 akun Facebook, 6 halaman, dan 8 akun Instagram.
Jaringan ini berasal dari Rusia dengan fokus pada audiens global, negara-negara tetangga Rusia, termasuk Belarus.
Mereka menggunakan kombinasi akun asli dan palsu untuk membuat persona fiktif, menciptakan posting dan mengomentari konten, serta mengarahkan orang ke situs web tertentu yang diklaim sebagai jurnal independen.
Persona palsu ini menyamar sebagai editor dan peneliti meminta artikel untuk situs web tersebut.
Jaringan ini membuat posting, utamanya dalam bahasa Rusia dan Inggris, tentang protes dan pemilihan umum di Belarus dan politik Rusia dan Ukraina.
Hubungan Rusia-NATO serta kritik terhadap kebijakan luar negeri AS juga menjadi bahan posting.
"Penyelidikan kami menemukan hubungan (jaringan ini) dengan individu-individu di Rusia, termasuk mereka yang terkait dengan dinas intelijen Rusia," kata Facebook.
(Sumber:kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong"
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Facebook Hapus 3 Jaringan asal Rusia, Diduga Intervensi Pemilu AS"