Penanganan Covid
Masih Banyak Warga yang Tak Kenakan Masker, Pj Sekda Pekanbaru : PSBM Masih Utamakan Upaya Persuatif
Laporan dari aparat gabungan terkait pelaksaan PSBM selama dua hari ini. Ia mengakui bahwa tingkat kepatuhan masyarakat masih kurang.
Penulis: Fernando | Editor: CandraDani
Ratusan Orang Terjaring di Hari Pertama PSBM
Ratusan pelanggar terjaring aparat gabungan di Kota Pekanbaru pada hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), Sabtu (3/10/2020) malam. P
SBM berlangsung serntak di empat kecamatan yakni Tampan, Marpoyan Damai, Bukit Raya dan Payung Sekaki.
Mereka kedapatan melanggar protokol kesehatan mencegah covid-19.
Banyak dari pelanggar terpaksa ditindak karena tidak memakai masker pada malam pelaksanaan PSBM.
Total jumlah pelanggar yang terjari mencapai 227 orang.
Mereka terjaring dalam PSBM di empat kecamatan.
Tim hunting juga menjaring pelanggar dalam patrolinya di sejumlah ruas.
Pelanggar terbanyak ada di Kecamatan Tampan.
Ada 72 orang pelanggar terjaring. Kebanyakan terkena sanksi lisan.
23 orang terjaring dalam PSBM di Kecamatan Marpoyan Damai. 33 orang terjaring dalam PSBM di Kecamatan Payung Sekaki.
Petugas juga menjaring 26 orang pelanggar dalam PSBM di Kecamatan Bukit Raya. Tim hunting juga menjaring 73 orang dari empat kecamatan.
"Total kita jaring ada 227 pelanggar. Kita jaring karena melanggar protokol kesehatan," jelas Plt Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning, Minggu (4/10/2020).
Dirinya tidak menampik masih ada masyarakat mengaku tidak tahu PSBM sedang digelar. Ia menyayangkan hal itu karena tim sudah optimal dalam melakukan sosialisasi tentang PSBM.
"Maka kita ajak masyarakat proaktif dan respon terhadap PSBM, apalagi ini upaya mencegah penyebaran covid-19," ujarnya.