Sakitnya Tuh Di Sini, Syamsuar Curhat Telan Pil Pahit Kalah Pilkada di Depan Paslon Golkar Riau

Dalam kesempatan yang juga dihadiri seluruh pasangan calon yang maju menggunakan perahu Partai Golkar tersebut, Syamsuar memompa semangat calon

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pilkada Golkar Riau di Pekanbaru, Senin (5/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bagaimana rasanya kalah di Pilkada? Sakitnya tuh terasa sekali, selain juga harus sabar menelan tudingan dari sejumlah orang.

Hal itu diungkapkan Ketua DPD Golkar Riau Syamsuar saat memberi arahan kepada Pasangan Calon ( Paslon ) jagoan Golkar yang maju di sembilan Pilkada kabupaten dan kota di Riau.

Syamsuar sempat curhat dalam acara Rapat Koordinasi Tekhnis (Rakornis) Pemenangan Pilkada Golkar Riau di Pekanbaru, Senin (5/10/2020).

Dalam kesempatan yang juga dihadiri seluruh pasangan calon yang maju menggunakan perahu Partai Golkar tersebut, Syamsuar memompa semangat calon.

Setubuhi Jenazah Perempuan yang Meninggal Akibat Covid-19, Pria Paruh Baya Dibui 3 Tahun

Harga Karet di Kuansing Riau Naik Tipis Menjadi Rp 9.600 per Kilogram

Beri Kejutan,Polres Meranti Kunjungi Mako Rayon Militer 02 Tebingtinggi dan Pos AL Selatpanjang

Untuk memanfaatkan waktu kampanye dengan strategi yang pas di saat pandemi Covid-19 ini.

Syamsuar juga sempat bercerita tentang kekalahannya di Pilkada, karena menurutnya dari empat kali pilkada yang diikutinya pernah sekali ia menelan kekalahan di Pilkada Siak.

"Saya sudah empat kali ikut Pilkada, jadi pernah saya sekali kalah, sakit sebenarnya kalah itu. Makanya kalau sudah maju jangan mikir yang lain lagi harus serius untuk menang,"ujarnya.

Ia juga menceritakan kekalahannya tersebut sempat dikabarkan dirinya stres dan istrinya stroke.

Kepastian jadwal peresmian tol Pekanbaru -Dumai ini disampaikan langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar usai menggelar rapat secera virtual dengan sekretariat kepresidenan, Kamis (24/9/2020).
 Ketua DPD Golkar Riau Syamsuar. (tribunpekanbaru/syaiful)

Sehingga dia harus keluar rumah mengendarai sepeda motor saat itu untuk menjawab tuduhan sejumlah orang yang mengatakan dirinya stres.

"Saya naik motor keliling biar dilihat orang saya tidak apa-apa, jadi memang berat kalau kita sempat kalah di Pilkada, banyak nanti cerita orang,"ujarnya.

Untuk itu ia meminta kepada sembilan jagoan Golkar di Pilkada Riau semua kekuatan harus dimanfaatkan dan jangan hanya sekedarnya saja.

"Harus bisa memanfaatkan teknologi

Medsos sangat menentukan. Mengangkat citra dan program yang akan dilaksanakan,"ujarnya.

Apalagi menurut Syamsuar calon dari Golkar banyak momen yang bisa dijual, apalagi tahu apa program Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang bisa dipasarkan dan disampaikan ke masyarakat sekaligus membantu masyarakat.

"Jadi dibutuhkan soliditas di saat Covid-19, apalagi ketum kita ditunjuk memimpin mengatasi krisis saat ini, ini bisa menjadi modal kita sampaikan ke masyarakat,"jelasnya.

Waketum Doli Ancam Singkirkan Kader Pembelot

Rapat Kordinasi Tekhnis (Rakornis) Pemenangan Pilkada DPD Golkar di Riau dihadiri langsung Wakil Ketua Umum Kordinator Bidang Pemenangan Pemilu Ahmad Doli Kurnia Senin (5/10/2020) di Pekanbaru.

Dalam pembukaan Rakornis tersebut Doli ancam kader pembelot di Pilkada.

"Ada yang melaporkan fraksi dan anggota dewan tidak mendukung calon yang ditetapkan, saya ingin tegaskan kalau ada keluarga besar dan fraksi yang tidak mendukung calon dari DPP dengan segala hormat terpaksa saya pinggirkan dan parkirkan,"ujar Ahmad Doli Kurnia dalam pembukaan Rakornis tersebut.

Menurut Doli bukan soal like or dislike tapi Golkar harus fokus memenangkan calon yang sudah ditetapka di sembilan Pilkada di Riau.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi laporan ini ke sana itu ke sini. Karena tidak ada yang merasakan kemenangan kecuali bapak ibu semuanya.”

“ Keterlibatan kita semua bisa mengantarkan kita 2024,"ujar Ketua Komisi II DPR RI tersebut.

Doli menambahkan DPP memilih sembilan pasang tersebut dengan persiapan dan pertimbangan yang matang. Karena sudah melalui mekanisme yang ada di partai.

"Kita survei dan kita lihat semuanya, secara material ini yang terbaik persoalannya dalam material yang baik tidak bisa dijamin 100 persen menang namun soliditas juga,"ujarnya.

Doli juga menambahkan saat rakornis menghadirkan semua pengurus kabupaten dan kota tidak hanya sembilan daerah yang Pilkada.

Tujuannya karena ini hajatan partai dan semuanya harus terlibat, mulai dari pusat hingga tingkat paling bawah.

"Riau dan Sumatera ini lumbungnya Golkar, agak risih kalau targetnya 60 persen, kita harus katakan minimal Sumatera 80 persen menang.”

“ Sembilan daerah itu harus menang yang penting kita bertekad,"jelasnya.

Maka yang harus dibangun adalah semuanya juga harus all-out memenangkan semua calon yang sudah ditetapkan partai.

"Memang dalam kondisi saat pandemi ini kita keterbatasan, maka langkah yang mesti dilakukan kampanye door to door dan media sosial. Kalau Golkar tidak menang maka tidak sukses namanya.”

“ Saya kira selama ini berakhir di nomor dua dan saatnya kita menang nomor satu,"ujarnya.

Sebagaimana diketahui dalam Rakornis ini juga dihadiri ketua DPD Golkar Riau Syamsuar dan seluruh pengurus serta seluruh Paslon dari Golkar di sembilan Pilkada di Riau.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved