Mahasiswa dan Polisi Terluka Saat Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Riau, Kapolda: Sudah Kondusif
Massa yang terdiri dari gabungan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru, akhirnya menyudahi aksi unjuk rasa mereka
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
"Saya rasa semua bisa lihat bahwa yang merusak pakai almamater, kita harap kita bisa komunikasi dari almamaternya.
Mendiskusikan kembali bahwa kita membuka diskusi ataupun dialog terkait ada apa dengan perilaku itu," tuturnya.
"Prilaku itu bukan perilakunya mahasiswa melayu.
Saya yakin mereka semua sedang menyesali.
Itu saya bisa memahami itu, saya harap kita bisa dewasa, dan gentleman.
Sikap yang paling penting bagi kita semuanya memajukan Riau ini," sambungnya.
Saat ditanya terkait isu ada ambulance yang berisi batu, Kapolda menyebut hal itu masih diperiksa.
"Akan kita cek and ricek lagi," pungkasnya.
Sementara itu, informasi yang dirangkum Tribun, sejumlah mahasiswa juga ada yang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Tribun sudah berupaya mencari tahu berapa orang total dari mahasiswa yang mengalami luka.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada dari pihak mahasiswa yang memberikan jawaban.
Lapor Pak Kapolri! Mahasiswa Berlumur Darah Saat Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja
Mahasiswa mengalami luka hingga berlumur darah saat aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di Pekanbaru, diduga akibat kekerasan aparat.
Aksi demonstrasi dilakukan mahasiswa di depan gedung DPRD Riau pada Kamis (8/10/2020).
Sejumlah mahasiswa terluka akibat lemparan bantu dan terinjak-injak.