Daftar Anggota KAMI yang Dijemput Polisi, Apa Kesalahan Mereka?
Sejumlah aktivis KAMI tersebut diamankan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di Jakarta dan Medan.
Saat ini Syahganda duduk sebagai Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC).
DIkutip dari warta kota (grup surya.co.id), Syahganda di Drop-Out (DO) dari ITB dan Bekas Narapidana.
Ia dipenjara karena melakukan tindak kriminal di kampus ITB yaitu melakukan pemukulan terhadap polisi dan mengancam dosen dengan golok
Seperti disarikan dari Siapa-siapa, tumbangnya Orde Baru memberi ruang pada seluruh rakyat untuk berdemokrasi.
Saat Habibie menjadi Presden, nama Adi Sasono mencuat.
Syahganda yang sesama alumni ITB dan sudah lama kenal dengan Adi Sasono merapat.
Ia mendukung Adi Sasono untuk mencalonkan diri jadi presiden jika Habibie ditolak MPR.
Ia kemudian membentuk Ormas Daulat Rakyat dengan ketuanya Cacuk Sudaryanto dirjen koperasi saat itu.
Pada Pemilu 1999 Ormas Daulat Rakyat ini menjelma menjadi PARTAI DAULAT RAKYAT (PDR)
Rontok Habibie, rontok juga Adi Sasono.
Syahganda kemudian membentuk Partai Merdeka tetap dengan Adi Sasono sebagai patron.
Pada tahun 2004 Syahganda menjadi Caleg Partai Merdeka dari DAPIL Tangerang dan yakin lolos ke Senayan karena mereka sudah membentuk Ormas Buruh yaitu PPMI.
Bersama Eggi Sujana dan Jumhur Hidayat, menjadi tulang pungung militer (kostrad) membentuk PAM SWAKARSA.
Tujuannya dibentuknya PAM SWAKARSA untuk berhadapan dengan aktivis prodemokrasi dan mahasiswa.
Merasa sudah saatnya lepas dari baying-bayang Adi Sasono, Syahganda membentuk Ormas Gaspermindo dengan menghidupkan Partai Serikat Islam bersama dengan Ferry Juliantono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kepala-biro-penerangan-masyarakat-karo-penmas-divisi-humas-polri-brigjen-awi-setiyono.jpg)