Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

NYARIS GAGAL Jemput Pasien Positif Covid-19, Ada Penolakan dari Warga dan Keluarga

Hal yang kerap menjadi tantangan di lapangan adalah penolakan warga terhadap tim penanganan yang melaksanakan tugas

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Teddy Yohannes Tarigan
Tracing dilakukan dengan pengambilan sampel swab kepada seluruh kontak erat pada Sabtu (24/10/2020) bertempat di kantor Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULUAN MERANTI - Gugus Tugas Covid 19 Kepulauan Meranti masih menemui sejumlah kendala dalam melaksanakan tugas.

Hal yang kerap menjadi tantangan di lapangan adalah penolakan warga terhadap tim penanganan yang melaksanakan tugas.

Juru Bicara Covid 19 Kepulauan Meranti Muhammad Fahri S.Km mengatakan bahwa baru-baru ini tim juga mendapatkan penolakan saat menjemput warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Baca juga: PIKAT KORBAN Via Aplikasi Kencan, Campur Minuman dengan Racun Napas Iblis, Lalu Rampok Hartanya

Baca juga: Upaya Jaga Nilai Aset Daerah, Pjs Bupati Siak Bersyukur Terima Sertifikat Hak Atas Tanah

Baca juga: Antisipasi Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Protokol Kesehatan Wajib Dijalankan Pengelola Wisata

"Beberapa hari yang lalu kita sempat terkendala karena terjadi penolakan terhadap warga di sana saat tim kita hendak menjemput pasien yang diketahui positif Covid-19," ujar Fahri kepada Tribunpekanbaru.com Minggu (25/10/2020).

Dikatakan Fahri warga melakukan penolakan karena merasa bahwa tidak terjangkit Covid-19.

Walaupun dikatakan Fahri hasil uji swab telah menunjukkan hal yang sebaliknya.

"Kami awalnya berharap bisa dilakukan secara persuasif agar tim kita bisa diterima karena kami bukan untuk mendiskreditkan siapapun dan hanya menjalankan tugas," tutur Fahri.

Akibat kejadian tersebut Fahri mengatakan tidak punya kewenangan untuk memaksa, dan telah mengkoordinasikan hal tersebut kepada Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian.

"Kita tidak ada kewenangan, karena biar bagaimanapun untuk kebaikan bersama masyarakat harus paham bahwa tugas kita agar Covid-19 tidak menyebar lebih," pungkasnya.

Menurut Kades Ada Kesalahpahaman

Sementara itu Kepala Desa Tanjung Peranap, Aswandi yang berhasil diwawancara Tribunpekanbaru.com mengatakan, bahwa memang sempat terjadi kesalahpahaman.

Antara masyarakat desa khusunya pihak keluarga yang akan diisolasi oleh gugus tugas.

"Hanya miskomunikasi saja, karena memang masyarakat banyak yang terdoktrin dengan informasi yang tidak jelas," ujar Aswandi Minggu (25/10/2020).

Walaupun demikian Aswandi mengatakan bahwa para pasien telah berhasil dijemput oleh tim yang turun ke lapangan.

"Tadi malam sudah dibawa oleh tim yang terdiri dari Kapolsek Tebingtinggi Barat, bidan desa dan perwakilan gugus tigas," ujar Aswandi.

Aswandi tidak menampik jika persoalan Covid-19 telah menjadi momok terkhusus masyarakatnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved