Breaking News:

Penanganan Covid

Mulai Besok Efektif Beroperasi, Hari ini Posko Check Point Covid-19 di Kampar Didirikan

Jajaran pemerintah Kabupaten Kampar mendirikan tenda dan posko cek poin Covid-19 di perbatasan antara Kampar dan Sumatera Barat, Selasa.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ariestia
Istimewa
Jajaran pemerintah Kabupaten Kampar mendirikan tenda dan posko cekpoin Covid-19 di perbatasan antara Kampar dan Sumatera Barat, Selasa (27/10/2020). 

TRIBUNPEKABARU.COM, BANGKINANG - Jajaran pemerintah Kabupaten Kampar mendirikan tenda dan posko cekpoin Covid-19 di perbatasan antara Kampar dan Sumatera Barat, Selasa (27/10/2020).

Posko cek poin ini difungsikan untuk menjaga arus keluar masuk masyarakat antara kedua daerah di masa cuti bersama.

Posko ini jadi salah satu langkah antisipasi terhadap penyebaran Covid-19.

Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita membenarkan hari ini posko di perbatasan mulai diaktifkan.

Jajaran pemerintah Kabupaten Kampar mendirikan tenda dan posko cekpoin Covid-19 di perbatasan antara Kampar dan Sumatera Barat, Selasa (27/10/2020).
Jajaran pemerintah Kabupaten Kampar mendirikan tenda dan posko cekpoin Covid-19 di perbatasan antara Kampar dan Sumatera Barat, Selasa (27/10/2020). (Istimewa)

"Ia hari ini kita mendirikan posko cek poin Covid-19 di Bukit Kincung Kecamatan XIII Koto Kampar," ungkapnya.

Ia mengatakan posko tersebut efektif berlaku mengecek orang yang keluar masuk antara daerah di Sumatera Barat dan Kabupaten Kampar hari ini.

Menurutnya posko tersebut akan dijaga oleh jajaran dari tim gabungan antara Polres Kampar, Dishub Kampar, Diskes Kampar, BPBD Kampar dan tim dari pemerintah provinsi.

Pos cek poin ini efektif dioperasikan mulai besok Rabu pagi (28/10) hingga Senin (2/11) dengan penempatan personel gabungan dari TNI - Polri, Satpol PP Provinsi dan Kabupaten, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan BPBD Kampar.

Maksud pendirian Pos Cek Poin ini dalam rangka melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang akan memasuki Provinsi Riau dari arah Provinsi Sumbar, guna mengantisipasi/memutus penyebaran Covid-19 terkait dengan adanya libur bersama ini.

Cegah Covid-19, Pengaktifan Posko Check Point di Perbatasan Riau Akan Berkordinasi dengan Provinsi

Pemerintah Provinsi Riau menyurati para kepala daerah yang daerahnya berada di perbatasan untuk kembali mengaktifkan posko check point Covid-19.

Hal ini diutarakannya Gubernur Riau, Syamsuar melalui surat edaran yang ditujukan untuk walikota dan bupati yang ada di Provinsi Riau.

Beberapa daerah yang akan dilakukan pengaktifan posko check point antaranya Kecamatan XII Koto Kampar Kabupaten Kampar berbatasan dengan Provinsi Riau dan Sumatera Barat, kedua, pos check point Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singing, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.

Kemudian pos check point Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan pos check point Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir, berbatasan dengan Provinsi Jambi.

Pengaktifan ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Riau.

Ini mengingat adanya cuti bersama di akhir bulan Oktober 2020, yang dikhawatirkan banyak masyarakat melakukan perjalanan ke luar kota. 

Menanggapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kampar akan berkordinasi dengan pemerintah Provinsi.

"Iya kita menyambut baik rencana tersebut," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri.

Yusri mengatakan terkait hal tersebut akan segera berkordinasi dengan pemerintah Provinsi Riau.

"Kita akan segera berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau terkait dengan pengaktifan posko check point," katanya.

Pemerintah Kabupaten Kampar berharap segenap langkah yang dilakukan bisa menekan penyebaran Covid-19.

Masuk ke Riau Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test

Mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir bulan ini, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengimbau kepada seluruh masyarakat Riau, khususnya pegawai di Lingkungan Pemprov Riau agar tidak pergi berlibur ke luar kota.

Apalagi pergi ke tempat-tempat wisata yang didaerah tersebut masih berstatus zona merah Covid-19.

"Perlu antisipasi penyebaran Covid-19 selama pelaksanaan libur dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW yang dimulai tanggal 28 sampai 30 Oktober 2020 yang juga berdekatan dengan pelaksanaan libur hari Sabtu dan Minggu tanggal 31 Oktober dan 1 November 2020," kata Gubri Syamsuar, Minggu (25/10/202020).

Gubri Syamsuar mengimbau masyarakat selama melaksanakan libur dan cuti bersama agar sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga.

Baca juga: Melonjak, Ada 82 Pasien Covid-19 di Kuansing Isolasi Mandiri, Lokasi Terbagi Dua

Baca juga: Jadwal Pencairan Subsidi Gaji Gelombang 2, Menaker Ida Fauziyah Bocorkan Info Soal Waktunya

Serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing sambil menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi separti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kemudian, kata Gubri, dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW agar dilaksanakan di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan utamanya menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak serta tidak berkerumun untuk menghindari penularan Covid-19.

"Bagi warga yang mau melakukan perjalanan keluar atau masuk ke Provinsi Riau, wajib menunjukkan bukti test Rapid dengan hasil Non Reaktif yang berlaku paling lama tujuh hari sejak test dilakukan. apabila tidak dapat menunjukkan hasil test maka wajib melakukan test Rapid di posko, itu biaya mandiri. Kalau tidak mau silahkan kembali kedaerah asal," katanya.

Setelah kembali dari perjalanan luar daerah disarankan kembali melakukan tes PCR atau Rapid Test untuk memastikan bahwa pelaku perjalanan tetap dalam keadaan negatif Covid-19.

"Jika positif agar segera melaksanakan isolasi mandiri atau karantina di fasilitas yang telah disiapkan Pemerintah," katanya.

Masyarakat Diingatkan Segera Hubungi Fasilitas Kesehatan Jika Merasakan Ada Gejala Covid-19

Perkembangan penanganan Covid-19 secara mingguan pada 10 provinsi prioritas menunjukkan hasil yang relatif baik.

Dilaporkan Tribunnews.com, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menunjukkannya melalui data perbandingan jumlah kasus dan perbandingan jumlah kematian periode 5 - 11 Oktober 2020 vs 12 - 18 Oktober 2020.

"Jika dilihat dari penambahan jumlah kasus mingguan, pada minggu lalu ke minggu sekarang, maka Jawa Tengah, Kalimantan Selatan Sulawesi Selatan, Papua dan Aceh mengalami kenaikan (jumlah kasus)," paparnya saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10/2020).

Namun beberapa provinsi juga mengalami penurunan jumlah kasus terdapat di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali.

"Penurunan tertinggi ada di Bali dengan 17,3%," imbuh Wiku.

Disusul DKI Jakarta turun 9,2%, Jawa Barat turun 8,7%, Jawa Timur turun 6,4% dan Sumatera Utara turun 6,3%.

Sementara dalam perbandingan jumlah kematian, kenaikan terdapat di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Aceh.

Kenaikan tertinggi secara mingguan terdapat di Aceh naik 43,8%, diikuti Sulawesi Selatan naik 42,9%, Sumatera Utara naik 34,8%, Jawa Tengah naik 23%, Kalimantan Selatan naik 9,1%, dan DKI Jakarta naik 6,7%.

"Namun, beberapa provinsi juga mengalami penurunan yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Penurunan tertinggi ada di provinsi Jawa Barat yaitu 36,7%. Secara umum perkembangan ke arah yang lebih baik telah berhasil dicapai beberapa provinsi," ungkapnya.

Provinsi lain yang juga mengalami penurunan ialah Jawa Timur turun 20% dan Papua dengan persentase yang sama serta Bali turun 16,7%.

Meski demikian ia berpesan agar pencapaian beberapa provinsi tidak membuat pemerintah daerah dan masyarakat menjadi lengah dan berpuas diri.

Terutama karena angka kematian yang cukup memprihatinkan, dimana tingkat kematian pada 50% dari 10 provinsi prioritas mengalami peningkatan.

"Kami meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk betul-betul mengikuti standar pengobatan dan pelayanan yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan bersama 5 organisasi kedokteran," pesan Wiku.

Adapun untuk provinsi yang pada pekan ini belum mencapai perkembangan yang baik, agar terus diupayakan menekan penularan sehingga angka kasusnya dapat menurun.

Ia meminta seluruh pemerintah daerah memastikan kualitas terbaik dalam menangani pasien Covid-19 termasuk menangani pasien sejak dini, termasuk pasien dengan gejala sedang dan berat. Sehingga dapat meningkatkan potensi kesembuhan dan meminimalisir potensi kematian.

Wiku juga mengingatkan masyarakat, baik tua muda dan dimanapun berada agar segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala-gejala Covid-19.

Masyarakat juga diharapkan tidak meremehkan sedikitpun adanya gejala-gejala Covid-19. (Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby/Syaiful Misgiono)

Catatan Redaksi:

Bersama-sama kita lawan Virus Corona.

Tribunpekanbaru.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3 M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved