Presiden Jokowi Disarankan Persiapkan Hadapi Perang Dunia III, Ada Apa?
Kondisi di sejumlah negara saat ini terjadi konflik antar negara, dikhawatirkan akan melibatkan negara-negara besar.
Tanggapan yang dikemukakan Jimly itupun sebagai tanggapannya terhadap kunjungan beberapa pejabat negara ke Tanah Air.
Meski pernyataannya mengenai perang dunia III disebut masih mustahil terjadi oleh sebagian orang, Jimly justru menemukan fakta yang berbeda.
Beberapa fakta itu timbul bersamaan dengan gejala-gejala yang menyiratkan akan adanya peperangan beberapa negara.
Termasuk dengan gejolak ekonomi dunia yang bisa saja jadi salah satu pemicu pecah perang.
"Kemungkinan perang itu tetap saja ada. Karena kalau tidak perang sekarang, ekonomi Barat terancam. The new rulers of the world akan muncul, yakni China. Oleh karenanya, ya harus perang sekarang," ungkap Jimly.
Baca juga: 679 Orang Langgar Protokol Kesehatan,Terjaring Pemeriksaan di Posko Check Point Perbatasan Riau
Baca juga: Ibadah Umroh Kembali Dibuka, Ratusan Jemaah Indonesia Bertolak ke Arab Saudi
Baca juga: Presiden Perancis Memahami Kemarahan Islam: Emmanuel Macron: Banyak Kesalahpahaman
"Jadi kita tetap perlu antisipasi kemungkinan perang ini. Apalagi medan tempurnya itu bukan di wilayah yang dekat Amerika. Tapi di Laut Cina Selatan," lanjut dia.
Bersamaan dengan itu, kata Jimly, letupan-letupan konflik di sejumlah negara sudah terjadi.
Dia mencontohkan, konflik wilayah Sabah antara Malaysia dengan Filipina, lalu perang antara Armenenia dan Azerbaijan, konflik antara India dengan China.
"Jadi kita tidak boleh anggap enteng. Sedangkan dunia ini melihat Indonesia ini strategis. Maka semua kekuatan itu rebutan bagaimana mempengaruhi Indonesia," lanjut Jimly.
"Ini kesempatan kita membuktikan tegak lurusnya politik luar negeri kita, nonblok, aktif dan bebas. Menentukan dan berperan dalam perdamaian dunia. Sementara juga tetap mendahulukan kepentingan rakyat," kata pakar hukum tata negara ini.
Melansir dari Tribunnews.com, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo tiba di Jakarta pada Kamis dini hari.
Kedatangannya tersebut sebagai salah satu rangka kunjungan kerja ke sejumlah negara di Asia.
Dalam konferensi pers secara daring, Pompeo juga menyampaikan penolakan atas klaim China di Laut China Selatan.
“Negara kami yang taat hukum menolak klaim tak berdasarkan hukum Partai Komunis China atas Laut China Selatan,” kata Pompeo.
Menurut Pompeo, Indonesia telah menunjukkan keberanian mengenai isu tersebut di Asia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/presiden-jokowi-terbang-ke-kalteng.jpg)