SOSOK Wapres AS Baru, Kamala Harris: Jaksa Pembela Kaum LGBT
Pasangan ini meraih 290 suara elektoral. Joe Biden dan Kamala Harris dipastikan dapat melenggang ke Gedung Putih.
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Amerika Serikat baru saja menyelesaikan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020.
Dari hasil penghitungan suara, warga AS akan dipimpin Presiden dan Wakil Presiden baru.
Pasangan ini meraih 290 suara elektoral.
Joe Biden dan Kamala Harris dipastikan dapat melenggang ke Gedung Putih.
Selain Joe Biden, sosok Kamala Harris juga menjadi sorotan.
Sebab, wanita pertama yang menggebrak batasan tinggi dengan terpilih sebagai wakil presiden pertama Amerika.
Harris membuat sejarah dan membantu Biden untuk mengakhiri pemerintahan Donald Trump yang bergejolak.
Ia adalah wanita kulit hitam keturunan Asia Selatan pertama yang terpilih menjadi jaksa agung California, Senat dan sekarang menjadi wakil presiden AS.
Baca juga: Dugaan Korupsi di UIN Suska Riau Senilai Rp 42 Miliar Terus Diusut, Penyidik Periksa Sosok Ini
Baca juga: Kabar Buruk dan Kabar Baik untuk Kasmarni-Bagus Santoso, Amril Mukminin Divonis Bebas dan Bersalah
Dengan memenangkan kursi wakil presiden, dia akan sangat dekat dari kepemimpinan Amerika Serikat dan menjadi batu loncatan menuju penghargaan tertinggi.
Dengan usia Biden 77 tahun, diperkirakan dia akan menjabat hanya satu periode saja, sebagaimana yang dilansir dari AFP pada Sabtu (7/11/2020).
Sementara selama 4 tahun masa jabatan, jika Harris mendapatkan hati rakyat Amerika, maka dia dapat maju sebagai kandidat presiden selanjutnya dari Partai Demokrat.
Itu bisa memberinya kesempatan untuk membuat lebih banyak mencetak sejarah, sebagai presiden wanita pertama Amerika Serikat.
Baca juga: 5 Zodiak yang Paling Sulit Dipahami, Scorpio Sembunyikan Perasaan, Aquarius Sulit Membuka Hati
Baca juga: 8 Akun Twitter Ini Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Diduga Kuat Penyebar Video Syur Mirip Gisel
Baca juga: Sedang Populer, Ini Jenis Tanaman Hias yang Cocok di Dalam Rumah, Boleh Dicoba
Melansir berbagai sumber, Kamala Harris merupakan salah satu pendukung komunitas LGBT.
Hal itu terlihat saat Dia menang pada pemilihan jaksa distrik 2003.
Dia mulai menonjolkan diri sebagai jaksa pembela LGBT, dengan membentuk Unit Kejahatan (berdasarkan) Kebencian pada 2005.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kamala-harris.jpg)