Breaking News:

Pilkada Serentak 2020 di Riau

Beredar Foto 2 Pria dengan Kaos Paslon dan Tumpukan Uang, Bawaslu Siak Langsung Telusuri  

Hari Jumat (4/12/2020) ini Bawaslu Siak telah memanggil kedua orang dimaksud untuk meminta penjelasan mengenai uang dan kaos dukungan ke satu paslon.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: CandraDani
istimewa
Foto dua orang pria dengan kaos salah satu Paslon dan setumpukan uang beredar luas di Siak. Kejadian ini sedang ditelusuri oleh Bawaslu, Jumat (4/12/2020) ini. 

Kaos yang bertumpukan bersama uang dengan jumlah yang banyak itu bertuliskan SIAK RUMAH KITA.

Banyak yang menyebut salah satu pria tersebut adalah seorang mantan penghulu kampung (kepala desa) di kecamatan Bungaraya.

Baca juga: Jelang Pencoblosan, Pjs Bupati Siak Laporkan Kesiapan Menghadapi Pilkada ke Wagubri

Baca juga: DEBAT Publik Pilkada Siak, Paslon Matangkan Persiapan, Alfedri-Husni Salat Hajat dan Puasa Sunah

Bawaslu Kabupaten Siak cepat menindaklanjuti foto tersebut.

Divisi penindakan pelanggaran, Bawaslu Siak Ahmad Dardiri mengaku telah melihat informasi terkait itu.

Pihaknya  melayangkan panggilan kepada 2 pria  dewasa yang berada dalam foto itu.

Bawaslu akan meminta klarifikasi kebenaran terkait sejumlah uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribuan yang berserak di atas tumpukan baju kaos hitam bertuliskan slogan Siak Rumah Kita tersebut.

"Hari ini kami panggil yang bersangkutan. Kami sudah koordinasikan dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Bungaraya karena kejadiannya di wilayah itu. Kami minta klarifikasi apakah uang itu benar digunakan untuk kegiatan politik uang atau tidak," kata Ahmad Dardiri.

Menurut Dardiri, jika terbukti sebagai politik uang, pelaku bisa dikenakan  sanksi pidana.

Ancaman hukuman politik uang diatur dalam Pasal 187A ayat (1), Undang-Undang tentang Pilkada.

Diatur, setiap orang yang sengaja memberi uang atau materi sebagai imbalan untuk memengaruhi pemilih maka orang tersebut dipidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, ditambah denda paling sedikit Rp 200 juta hingga maksimal Rp 1 miliar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved