Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Dinas Perkim Ekspos Kawasan Kumuh ke Komisi IV DPRD Pekanbaru, Ini Hasilnya

Karena dari 80 ribu hektar kawasan kumuh yang ada saat ini, perlu dilakukan penambahan, agar tidak muncul kawasan kumuh baru.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Perkim sudah mengekspos, tentang pemukiman kawasan kumuh Kota Pekanbaru tahun 2021, kepada Komisi IV DPRD Pekanbaru.

Ekspos dilakukan bersama Perkim PUPR.

Dari hasil ekspos ini, Pemko melalui Perkim dan PUPR, diminta untuk mendata jumlah pemukiman masyarakat yang masuk dalam kawasan kumuh.

Karena dari 80 ribu hektar kawasan kumuh yang ada saat ini, perlu dilakukan penambahan data, agar tidak muncul kawasan kumuh baru.

Hal tersebut sebagai upaya untuk menciptakan permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.

Serta menciptakan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

"Memang dari SK Kumuh yang lama, hanya 3 kecamatan yang masuk dalam kawasan kumuh, yakni Kecamatan Tenayan Raya, Senapelan dan Kecamatan Rumbai. Tentunya dalam rapat kemarin, kita mengusulkan kepada pihak Perkim agar menambah data kawasan kumuh. Selama ini hanya 897 RT dan sekitar 287 hektar kawasan kumuh yang sudah terdata oleh pihak Perkim," kata Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla, Kamis (10/12/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Untuk menciptakan Kotaku dan mencegah muncul kawasan kumuh baru, tambah Roni, DPRD meminta juga kepada PUPR bersama konsultan Kotaku, harus mendata secara keseluruhan RT yang ada.

Sejauh ini banyak kelurahan yang belum terdata untuk masuk dalam kawasan kumuh.

"Sekarang kan Pekanbaru sudah ada 83 Kelurahan. Itu harus dimasukkan. Kita mau semuanya bisa diakomodir, apalagi program kawasan kumuh ini menggunakan anggaran dari APBN," terang Roni.

Halaman
1234
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved